7 Teknik Dasar Cara Budidaya Ikan Patin, Begini Caranya!

Teknik Dasar Cara Budidaya Ikan Patin
Penjelasan Lengkap Teknik Dasar Cara Budidaya Ikan Patin

Ikan patin adalah sekelompok kumis ordo (siluriformes) dengan jenis ikan nokturnal atau ikan yang aktif mencari makan di malam hari, yang panjangnya bisa mencapai 120 cm. Mahluk Omnivora ini habitat aslinya adalah di tepian sungai-sungai besar dan muara-muara sungai serta danau, dalam ulasan kali ini kami akan membahas lengkap asal usul ikan patin dan cara budidaya ikan patin.

Ikan dari Family Pangasius.sp ini di habitat aslinya memakan ikan–ikan kecil, serangga, biji-bijian hingga tumbuhan. Dalam waktu tertentu ikan patin dapat menjadi kanibal karna proses alam, Jenis Genus Pangasius ini biasa di panggil hiu kecil.

Klasifikasi Ikan Patin

Kingdom       :  Animalia (hewan)

Filum             :  Chordata (bertulang punggung)

Kelas              :  Pisces

Family           :  Pangisidae

Genus            :  Pangisius

Morfologi Ikan Patin

  • Ukuran kepala relatif lebih kecil di bandingkan dengan bentuk tubuhnya
  • Bagian mulut mengkerucut lebar serta memiliki kumis tipis
  • Mata bulat berwarna hitam serta memiliki sirip dada di bagian samping
  • Insang terletak dengan sirip dada dekat bagian samping
  • Sirip punggung memanjang kebelakang
  • Sirip kecil berbentuk sisir pada bagian pangkal runcing berwarna kekuningan dan perak
  • Sirip ekor berbentuk segitiga pangkal bawan dan atas runcing

Jenis ikan patin sangat beragam dengan karakteristik dan tampilan yang beragam pula, berikut beberapa jenis ikan patin serta penjelasannya:

Jenis dan Cara Budidaya Ikan Patin
Jenis dan Cara Budidaya Ikan Patin
  1. Ikan Patin Siam (Pangassianodon Hypophthalmus) atau Patin Pasupati

Ikan patin siam merupakan ikan Introduksi Thailand pada Tahun 1972 ikan ini proses domestikasinya sangat mudah dan cepat di perairan indonesia.

Mulai berkembang pertama kali di indonesia pada tahun 1980 sejak kesuksesan tehnik produksi benih masal secara buatan Cara Budidaya Ikan Patin (hardjamulia et al..1981).

Negara Gajah Putih, Thailand adalah negara yang memperkenalkan bagaimana Cara Budidaya Ikan Patin siam kepada Negara Indonesia.

Ikan patin ini dapat tumbuh sangat cepat hanya dalam kurun waktu 6 bulan bisa mencapai berat 1,5-2 kg. Jenis patin ini memiliki warna keabu-abuan atau kebiru-biruan dengan bagian perut yang berwarna putih keperakan.

Patin Siam sebenarnya merupakan ikan budidaya di akuarium yang sangat populer, ikan ini dikenal dengan nama Jambal Siam, Lele bangkok, dan hiu bangkok.

Dalam bahasa perdagangan internasional ikan ini di kenal dengan nama Seamese Shark, Sutchi Catfish, atau Pangasius.

  1. Ikan Patin Jambal (Pangasius Jambal)

Ikan patin jambal adalah salah satu jenis ikan patin yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ikan patin jenis ini mempunyai daging yang berwarna putih (White Meat) lembut dan tidak berserat serta rasanya yang lezat.

Selain rasanya yang lembut itu ikan patin jambal memiliki perkembangan yang relatif sangat cepat serta kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga sangat mudah untuk di budidaya di perairan Indonesia

Patin jambal merupakan sejenis ikan Bermisai anggota suku Pangasidea. Ikan yang Tercatat menyebar di Sumatra, Kalimantan serta Jawa ini secara umum lebih di kenal dengan panggilan “Patin Lokal” di Palembang wong kito galo memanggilnya dengan nama lokal Bedado”. Ikan patin jambal merupakan salah satu ikan asli perairan indonesia yang relatif tidak kanibal

Baca Juga:   Memindahkan Kulkas dengan Aman: Bolehkah Dibaringkan? 5 Tips Penting yang Perlu Diketahui

Patin jambal pertama kali di pijahkan Tahun 1997 melalui proyek kerja sama antara Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar (LRPTBAT) kukamandi (jabar) dengan Institu De Recherche Pour Le Developement (IDR) Prancis.

  1. Patin Muncung (Helicophagus Waandersii)

Adalah ikan patin yang berasal dari Sumatra dan Kalimantan Timur yang rata-rata mempunyai panjang tubuh maksimal 50cm.

Gigi Veromine dan Palatine dalam bidng lebar. Tonjolan tulang sirip pada pangkal sirip bagian dada memanjang sampai 2/3 atau 3/4 jaraknya dari ujung sirip dada. Moncongnya meruncing, penyebaran ikan ini di ter identifikasi di kalimantan Timur.

  1. Patin Lawang ( Pangasius Niewenhuisi)

Patin Lawang (Pangasius Niewenhuisi) merupakan spesies ikan patin yang berasal dari Jawa, Sumatra, Kalimantan dengan panjang rata-rata mencapai 60 cm.

  1. Patin Juaro (Pangasius Polyuranodon)

Patin Juaro (Pangasius Polyuranodon) adalah jenis ikan patin yang rata –rata  memiliki panjang dari mulut sampai ekor sekitar 80 centimeter. Ikan patin ini menyebar di daerah sumatra, dan kalimantan.

  1. Patin Pangasius Nasutus

Pangasius nasutus merupakan ikan patin yang berasal dari Jawa dan Kalimantan. biasanya ikan patin ini memiliki  panjang sekitar 90 cm. Moncong ikan ini  bentuknya runcing tajam dan sangat mencolok.

Kumpulan gigi veromine lebarnya 3 kali dari panjangnya, memiliki mata kecil (6 kali lebih pendek dari panjang kepala) dan terletak di atas sudut mulut. Jumlah jari-jari sirip dubur relatif sedikit. Ketika ikan patin ini menutup mulutnya gigi rahang atas dapat terlihat semua. Penyebaran ikanya di sumatra, kalimantan, dan malaysia.

  1. Ikan patin Wakal ( Pangasius Micronema)

Ikan patin wakal adalah ikan patin paling banyak di temukan di wilayah Jawa dan Kalimantan serta memiliki panjang yang hampir sama dengan patin lawang, sekitar 60 cm.

  1. Ikan Patin Rioscaring, Lancang, Riu, Rios (Pangasius Macronema)

Pangasius Maconema merupakan ikan patin yang berasal dari daerah Kalimantan Barat dan biasanya ber ukuran lebih kecil sekitar 20 cm. patin pangasius maconema yaitu ikan patin yang biasanya terdapat di daerah Kalimantan Barat dan memiliki panjang sekitar maksimal 40 cm.

Jenis Ikan Patin dan Cara Budidaya Ikan Patin
Jenis Ikan Patin dan Cara Budidaya Ikan Patin (Foto Oceana)
  1. Ikan Patin Pangasius Lithostoma

Pangasius Lithostoma merupakan jenis patin yang berasal dari Kalimantan serta memiliki kisaran panjang rata-rata 20 cm.

Dari berbagai jenis ikan patin di atas bisa kita simpulkan bahwasanya keberagaman tersebut jadi  menumbuhkan keingin tahuan yang sangat besar di masyarakat tentang bagaimana Cara Budidaya Ikan Patin yang baik.

Berikut kami ulaskan untuk anda mengenai bagaimana Cara Budidaya Ikan Patin versi Koran Fakta

  1. Persiapan

Dalam persiapan Cara Budidaya Ikan Patin terlebih dahulu kita harus menentukan sistem pemeliharaan seperti apa yang akan kita lakukan, karna budidaya ikan patin bisa menggunakan kolam tanah, kolam beton ataupun kolam terpal.

Jadi alangkah baiknya kita pastikan kembali baik dan tidaknya menggunakan salah satu dari penggunaan 3 kolam tersebut menurut kepentingan kita. Semuanya ada kelebihanya ada kekuranganya.

  1. Mencari benih ikan patin

Dalam mencari benih ikan patin pastikan jangan terburu-buru apalagi jika anda akan melakukan budidaya dalam skala besar, karna pencarian benih sangat sensitif terhadap keberhasilan dan menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam Cara budidaya Ikan Patin

  1. Penebaran benih ikan patin
Baca Juga:   5 Cara Efektif Mengatasi Goresan pada Cermin Rumah dengan Bahan Alami

Setelah kita mendapatkan benih ikan patin yang baik maka penebaran harus segera langsung di lakukan pada hari yang sama, pastikan kondisi air sudah kondusif.

Kalkulasi penebaran benih usahakan jangan melebihi 60 ekor per meter kubiknya, tetapi jika kita ingin setelah panen mendapat hasil 250-300 gr per ekor maka cukup menebar 20-30 ekor per meter kubiknya. Rumus ini untuk jumlah meter per kubik tanpa aerator, jika menggunakan aerator atau bantuan oksigen terlarut lainya maka bisa lebih dari 60 ekor per meter kubiknya tergantung kapasitas mesin tersebut dalam menyuplai oksigen ke dalam kolam.

  1. Manajemen air

Air sangatlah penting bagi ikan dan menjadi skala prioritas melebihi perawatan ikan, karna air yang baik dapat memastikan kualitas ikan yang sehat. Maka dari itu peliharalah air sebelum memelihara ikan hal ini bisa di lakukan dengan cara mengganti air setiap sebulan sekali atau jika di rasa perlu jangan menunggu sebulan. Bisa juga menguras air setiap seminggu sekali dengan cara membuang air 20-30 cm dari kolam lalu menggantinya kembali.

  1. Pemberian pakan

Dalam pemberian pakan usahakan ukuran di sesuaikan dengan besarnya ikan, jangan memberi pakan melebihi kebutuhan makan ikan. Karna hal ini dapat menyebabkan pakan yang tersisa akan larut ke dasar kolam dan menjadi racun bagi ikan sehingga dapat menyebabkan kematian masal.

  1. Pengendalian penyakit

Setiap mahluk hidup memiliki musuh alami begitupun dengan ikan, hindari pemicu penyakit ikan patin dengan tetap memperhatikan kondisi air kolam, kontaminasi terbesar penyakit kepada ikan patin adalah dari air kolam. Maka pastikan kondisi air kolam sehat untuk memastikan ikan sehat. Bisa dengan memberi antibiotik atau probiotik ke dalam kolam dan apabila ada ikan yang terserang penyakit maka pisahkan untuk di karantina sehingga tidak menular kepada ikan yang lainya.

  1. Pemanenan

Panen dapat di lakukan 5-6 bulan setelah tebar dari bibit ukuran 7-9 cm, pastikan satu hari sebelum di panen ikan di puasakan terlebih dahulu dengan tujuan mengurangi tingkat strees ikan dan tingat kematian cepat setelah ikan di angkat dari kolam.

Demikian Cara Budidaya Ikan Patin menurut Koran Fakta, informasi kami dari sumber yang terpercaya yang kami sajikan khusus untuk anda sahabat koran fakta. Semoga penjelasan kami dapat membantu para pembudidaya ikan patin khususnya bagi pemula. Terimakasih, Salam sukses.

Baca Juga Berita Terbaru Lainnya di Google News

Avatar Koran Fakta
KoranFakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.