Hakim PN Sleman Bebaskan Aktris Miranda

miranda arifinKORANFAKTA.NET | Majelis hakim diketuai Riyadi Sunindyo Florentinus SH akhirnya membebaska aktris Miranda Vera Yuliantie (33) dari segala dakwaan dan meminta jaksa penuntut umum (JPU) Bambang SH membebaskan dari tahanan. Pembebasan ini dilakukan setelah majelis hakim menerima eksepsi terdakwa  warga Tlogo Lor Desa Tlogo Kecamatan Prambanan Klaten yang didakwa telah melelantarkan ketiga anaknya.

Selain menerima eksepsi terdakwa yang diwakili penasihat hukumnya, Sinto Ariwibowo SH MKn dan Afiq Anshori CH SH, hakim menyatakan membebankan biaya perkara kepada negara dan menyatakan PN Sleman tak berhak memeriksa perkara ini karena tak berwenang secara relatif. Karena sesuai yang berhak memeriksa perkara ini PN Klaten.

“Penelantaran ketiga anaknya ini terjadi di Jakarta sejak bulan Februari 2012 sampai sekarang. Seharusnya PN Jakarta Pusat yang berhak mengadili, tetapi karena kebanyakan saksi berada di Klaten maka PN Sleman yang berhak memeriksa dan mengadilinya,” ungkap Riyadi di sela-sela pembacaan putusan sela di PN Sleman, Senin (29/4) lalu.

Sejak dalam BAP tempat tinggal terdakwa yang sebenarnya tinggal Klaten. Hal ini seharusnya cacat dan tidak dapat dijadikan pijakan. Melihat locus delicti berada di Klaten sehingga seharusnya PN Klaten yang menangani perkara ini. Selain itu 9 saksi dari 12 saksi yang ada bertempat tinggal di sekitar rumah terdakwa.

Sementara penasihat hukum, Sinto Ariwibowo SH MKn mengaku cukup puas dengan putusan majelis hakim yang menerima eksepsinya. “Ini keadilan yang sebenarnya yang harus didapatkan klien kami. Untuk itu kami selaku penasihat hukum bersyukur hakim memberikan putusan dengan seadil,” terangnya.

Sementara jaksa Bambang SH menyatakan akan megajukan verset (perlawanan) atas putusan majelis hakim. “Kami masih memiliki waktu 14 hari untuk melakukan perlawanan. Ini bukan akhir dari segalanya karena masih ada upaya hukum lagi,” ucapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, suami terdakwa, Arifin Tjokro melaporkan istrinya Miranda Vera Yuliantie telah dilaporkan ke Polda DIY 6 November 2012 karena menelantarkan 3 anaknya yang masih kecil setelah berselingkuh dengan paranormal, LL yang juga penasihat spriritual keluarga Arifin.

Sementara Pemantau Peradilan Independen (PPI), Arifin Wardiyanto telah melaporkan penyidik Polda DIY maupun jaksa Kejati DIY ke Kapolri, Kejagung, Kompolnas dan Komisi Kejaksaan RI. Ia menilai ada mafia hukum dibalik penanganan perkara ini sehingga yang seharusnya tak bisa dinaikkan ke pengadilan dipaksakan untuk disidangkan. “Dengan memaksakan perkara ini disidangkan ke PN Sleman merupakan kejahatan terhadap hukum,” tegasnya. 

Penulis: /abu

Sumber:krjogjacom