Home Jawa Timur Tiga Sekolah di Pasuruan Raih Predikat Adiwiyata Nasional

Tiga Sekolah di Pasuruan Raih Predikat Adiwiyata Nasional

654
0
SHARE

Laporan Wartawan Koranfakta.net Purwo Hadi

KORANFAKTA.NET, PASURUAN — Tiga sekolah di Kabupaten Pasuruan  memperoleh  predikat Sekolah Adiwiyata Nasional.  Dari tahun ke tahun semakin banyak penghargaan diraih sekolah-sekolah di Kabupaten Pasuruan.

Tiga sekolah yang berhasil mendapatkan predikat sekolah berbasis Lingkungan Tingkat Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Lingkungan Hidup tersebut adalah  SMP Negeri 2 Bangil, SMP Negeri I Pohjentrek dan SMP Negeri 1 Grati.

wiyata-psn“Keberhasilan ini membanggakan dan mengharumkan nama baik sekolah. Ini membuktikan komitmen yang sangat tinggi untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Iswayudi, di sela kesibukannya, Sabtu (17/12).

Menurut Iswayudi, supaya dapat dan berhasil meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional, setiap sekolah di Kabupaten Pasuruan dituntut dapat melakukan lompatan, baik Passing Grade maupun empat komponen penting, yaitu kepentingan dalam kebijakan, kurikulum, partisipasi, dan sarana prasarana.

“Kita sangat bangga dan patut dicontoh untuk sekolah lainnya dengan keberhasilan ketiga sekolah yang telah menerima predikat Lingkungan Tingkat Nasional,, ini menambah jumlah sekolah di kabupaten pasuruan yang mendapat predikat cinta lingkungan. Kita sadari bahwa lingkungan hidup adalah bagian paling dekat dari kita, sehingga sepatut kita harus menjaga dan merawatnya,” jelasnya.

“Kita menargetkan ketiga sekolah tersebut akan naik level menjadi sekolah adiwiyata mandiri pada tahun 2017 mendatang,” tambahnya

Iswayudi mengakui ingin sekali untuk melihat di seluruh sekolah mendapatkannya Adiwiyata, dengan kesiapan sekolah di Kabupaten Pasuruan untuk meraih predikat di tahun 2017.

“Karena sekolah adalah rumah kedua bagi anak didik kita, yang selanjutnya merekalah yang akan merubah perilaku keluarganya maupun keluarga di sekitar tempat tinggal rumah keduanya untuk mencintai dan peduli dengan lingkungan,” tuturnya.

Sementara itu, Maskun Rochman, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Bangil menuturkan, untuk mencapai predikat sebagai sekolah Adiwiyata Nasional, dirinya mengembangkan banyak program, diantaranya pengembangan progam kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, serta pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan, yakni mewujudkan sarana dan lingkungan sekolah.

“Kita punya kegiatan yang kita namakan Gasing atau gerakan bersih lingkungan yang dilakukan setiap hari untuk semua siswa, membersihkan sampah di masing-masing kelas atau di depan kelas, supaya mereka semua memahami bahwa kebersihan itu penting,” tutur Maskun, Sabtu (17/12).

Sugeng Suprayoga, Kepala SMP Negeri 1 Grati yang melihat kekompakan semua penghuni sekolah dalam membudayakan peduli lingkungan, karena sudah dilandasi kesadaran untuk mencintai lingkungan.

“Hal itulah yang mendasari kami menjadi sekolah hijau, dalam artian memperbanyak jenis tanaman di sekolah kita , dan mengajak semua penghuni untuk sama-sama peduli  lingkungan, semuanya demi kebaikan bersama,” ungkapnya. (pur/abu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve − 5 =