Home Jawa Timur Pilkades serentak masih bermasalah, warga datangi kantor Bupati

Pilkades serentak masih bermasalah, warga datangi kantor Bupati

583
0
SHARE

Laporan Wartawan Koranfakta.net Muh Hasan Sibti Rosul

KORANFAKTA.NET, Bangkalan –Pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Bangkalan rencananya berlangsung serentak 27 Oktober 2016 mendatang, namun hingga kini sejumlah tahapan persiapan masih bermasalah.

Bahkan tiga desa yaitu Desa Langkap, Desa Jambu Kecamatan Burneh, dan Desa Batoh Baddung Kecamatan Tanjung Bumi terancam batal mengikuti pelaksanaan Pilkades serentak tahun ini. Akibatnya jumlah desa peserta pada pesta demokrasi tingkat paling bawah harus berkurang dari jumlah awalnya 143 desa, tersisa menjadi 140 desa. 

mathur1Bapemas dan Pemdes mengakui batalnya tiga desa tersebut dalam Pilkades tahun ini karena dari di tiga desa itu tidak ada calon yang mendaftarkan sebagai Calon Kepala Desa (Cakades). Namun tiga desa itu akan diikut sertakan padaPilkades tahap III, tahun 2017 yang akan datang.
“Desa Langkap, Desa Jambu Kecamatan Burneh, dan Desa Batoh Baddung Kecamatan Tanjung Bumi, karena tidak ada calonnya. Ya, kita ikutkan dalam Pilkades serentak tahap III di tahun 2017. Peserta Pilkades yang semula 143 desa tersisa 140 desa,” papar Kepala Bapemas Ismed Effendi.
Lebih lanjut Ismed mengungkapkan,selain tiga desa yang batal ikut Pilkades lantaran tak ada calonnya tersebut, ternyata di beberapa desa lainnya masih ada tahapan yang belum rampung, antara lain di Desa Tanjung Bumi Kecamatan Tanjung Bumi, Desa Paoran Kecamatan Kwanyar, Desa Kaju Anak Kecamatan Galis, dan Desa Kajjan Kecamatan Blega.
Ismed berharap masalah yang terjadi dibeberapa desa tersebut bisa dituntaskan seminggu sebelum pelaksaan Pilkades. “Paling lama H-7 menjelang pelaksaan semua masalah sudah tuntas,” tegasnya.
Sederet masalah yang mengantri pada tahapan Pilkades tahun ini akhirnya memantik rasa kecewa masyarakat dari beberapa desa.
Mengatasnamakan Advokasi Masyarakat Bangkalan, ratusan orang dari sejumlah desa di Bangkalan, sekitar pukul 09.00 WIB mereka berkumpul di pelataran Stadion Gelora Bangkalan untuk menduduki kantor pemerintahan Kabupaten Bangkalan (Pemkab), Kamis (13/10/2016).
Massa ini menggelar aksi unjuk rasa mendesak Bupati Bangkalan Ra Momon Ibnu Fuad agar bersikap bijak dan tegas dalam menyikapi persoalan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap II tahun 2016.
Mathur Husairi, kordinator aksi dalam orasinya di depan kantor Pemkab Bangkalan dalam mengatakan, Bupati diminta mundur apabila gagal mensukseskan pelaksanaan pilkades tahap II ini. “Kalau sampai Pilkades serentak gagal. Silahkan Bupati mundur teratur,” teriak Mathur dalam orasinya menggunakan pengeras suara.
Sontak saja massa pengunjuk rasa sepakat dengan ucapan aktivis anti korupsi itu. Mereka menyahutnya bersama-sama dengan teriakan setuju. Massa pengunjuk rasa mengacung-acung spanduk yang bertuliskan, antara lain berisi tulisan “Bupati harus tegas menyikapi semua permasalahan Pilkades serentak tahap II Tahun 2016”.
Kehadiran ratusan massa yang berdiri depan kantor Bupati tidak mendapatkan sambutan dari Bupati sehingga sejumlah orang yang ikut dalam aksi ini berteriak-teriak memanggil nama Bupati Bangkalan Makmun Ibnu Fuad agar bersedia menerima mereka.
Karena teriakan mereka belum direspon dan pintu pagar juga tidak dibuka, sang komandan aksi Mathur Husairi pun akhirnya mengamcam akan masuk secara paksa.
” Jangan adu domba kami dengan aparat. Perwakilan Pemkab, cepat keluar. Jika sepuluh menit pintu tidak dibuka. Maka kami akan masuk secara paksa.” teriak Mathur geram.
Meski aksi berjalan sudah dua jam lamanya belum ada perwakilan dari pemerintah Kabupaten Bangkalan bersedia menemui pengunjuk rasa. Petugas kepolisian resort Bangkalan yang mengamankan jalannya aksi meminta massa untuk bersabar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 2 =