Home Jawa Timur Polres Bangkalan merekonstruksi kasus dugaan penganiayaan jurnalis

Polres Bangkalan merekonstruksi kasus dugaan penganiayaan jurnalis

508
0
SHARE

Laporan Wartawan Koranfakta.net Muh Hasan Sibti Rosul

KORANFAKTA.NET, Bangkalan — Satuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan merekonstruksi kasus dugaan penganiayaan jurnalis, Jumat (23/09/2016), bertempat di kantor PU Bina Marga, Kabupaten Bangkalan Madura.

Sejumlah 9 orang pelaku yang masih berstatus saksi, di antaranya, Abd Haliq, Aditya Farma, Abd Latif, Bambang Hariadi, Hari Susanto, Samsul Bahri, Ronald Francis, Sagitaurus, dan Surya Alam, dihadirkan mengambil 43 adegan rekonstruksi terkait kasus dugaan tindak kekerasan terhadap Ghinan Salman, jurnalis Bangkalan.

aniaya-bangkalanSehari sebelum rekonstruksi telah dilakukan pra rekonstruksi, baik pada korban dan dilanjutkan malam harinya pada pihak PU.

Rekonstruksi dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB di tempat kejadian perkara (TKP) kantor Dinas PU Bina Marga untuk memperjelas jalannya kejadian dan perkara, guna membantu pihak penyidik sebelum mengambil tindakan.

“Ini rekonstruksi kan untuk memperjelas jalannya perkara, jalan kejadiannya seperti apa,” ucap Wira Kasatreskrim Polres Bangkalan.

Lebih lanjut Kasat Reskrim menjelaskan, selain hasil rekonstruksi, penyidik dalam mengambil keputusan memerlukan alat bukti lain berupa hasil visum dokter. Tapi hasil visum belum keluar karena dokter yang berhak mengeluarkan dan menanda tangani sedang berada di Bali.

“Dari rekonstruksi ini kita akan mengetahui itu, hasil-hasilnya bagaimana, dari visumnya bagaimana, lalu kita bisa mengambil tindakan. Hasil visumnya belum keluar. Karena dokternya yang tanda tangan untuk mengeluarkan visum itu masih konferensi di Bali.” terangnya.

Sementara dari tempat lain, dukungan pengusutan kasus penganiyaan datang dari Fahri, sapaan karib praktisi hukum yang dikenal akrab dengan kalangan jurnalis dan aktivis di Bangkalan. Fahri berharap Polres Bangkalan segera menahan pelaku penganiayaan.

” Jerat dengan pasal 170 KUHP dan harus ditahan para tersangkanya. Harus segera ditindak, dan tersangkanya harus ditahan karena ancaman pidananya di atas 5 tahun.” ujarnya kepada koranfakta.net.

 

Editor : Agung Budiarto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 6 =