Home Jawa Timur Pekerja media Bangkalan minta Kapolres usut penganiaya wartawan

Pekerja media Bangkalan minta Kapolres usut penganiaya wartawan

513
0
SHARE

Laporan Wartawan Koranfakta.net Muh. Hasan Sibti Rosul

KORANFAKTA.NET, Bangkalan — Sejumlah pekerja media dan kalangan LSM, Rabu (21/9/2016)  berunjuk rasa damai di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum  dan Bina Marga dan dilanjutkan ke Mapolres Bangkalan, Madura, memprotes insiden pemukulan yang dilakukan beberapa orang pria di kantor Dinas PU Bina Marga, Selasa (20/09/2019).

Insiden kekerasan pemukulan dialami Ghinan Salman, salah seorang pekerja media di Bangkalan.

wartawan-demoDalam aksi damai di depan Mapolres, jurnalis, pekerja media, dan LSM yang hadir mendesak Kapolres Bangkalan Anissullah M Ridho, agar lebih serius menangani kasus penganiyaan dan kekerasan, baik yang menimpa kalangan jurnalis maupun para aktivis yang terjadi di kota dengan julukan bumi sholawat dan dzikir ini.

Menanggapi tuntutan para pengunjuk rasa, Anis mengaku pihaknya sudah beberapa kali menggelar kasus tersebut. “Nanti kita akan lebih seriuskan lagi terhadap beberapa kasus-kasus yang terdahulu, kalau disebutkan mengenai langkah-langkah yang sudah diambil sebenarnya dari awal ini adalah teknis penyidikan. Kita (Polri) sudah beberapa kali menggelar kasus ini,” jawab Kapolres di hadapan para awak media dan LSM.

Seperti telah diberitakan oleh media Bangkalan, karena mengambil gambar photo orang PU sedang bermain tenis meja saat jam kerja, Ghinan menjadi sasaran pemukulan beberapa pria di kantor itu.

Aksi brutal itu terjadi Selasa pagi (20/09), sekitar pukul 10.00 WIB. Ghinan selanjutnya menjalani visum dan akhirnya melaporkan kejadian penganiayaan yang dialaminya ke pihak kepolisian resort Bangkalan.

Informasi yang berhasil dihimpun dari sumber di PU menuturkan, kedatangan wartawan Ghinan ke PU untuk menemui Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan, Taufan Zairinsyah. Ia mengaku mengetahui keperluan dan kedatangan Ghinan setelah menanyakannya, namun pada saat itu Taufan tidak ada di kantornya karena sedang ada urusan di kejaksaan.

“Pak Topan kebetulan ke Kejaksaan, Pak Topan ndak ada,” ucap sumber ini menjawab pertanyaan Ghinan yang mencari Kepala Dinas PU.

Ghinan kemudian beranjak menuju pintu keluar, Namun ia kembali lagi masuk dan duduk di kursi tunggu yang tersedia di ruang lobby.

Tidak lama setelah itu Ghinan dihampiri beberapa pria yang muncul dari ruangan tepat di hadapannya. Sempat salah seorang dari pria ini menegur dan meminta agar Ghinan menghapus file photonya karena mengambil gambar tanpa ijin. Ghinan menolak permintaan itu, sebab menurut dirinya gambar photo itu sudah menjadi haknya.

“Kamu yang photo saya,” kata sumber ini menirukan ucapan pria di PU ketika itu.

Ditanyakan apakah pria yang memukul wartawan ini adalah pegawai PU; sumber ini belum bisa memastikan siapakah identitas pelaku itu, alasannya, orang yang berada di kantor PU tak semuanya pegawai PU, ada juga orang-orang rekanan PU, diantaranya dari kontraktor dan sebagainya. Seperti biasanya mereka juga mengisi waktu dengan bermain tenis meja di ruangan tersebut. (has/abu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − fourteen =