Home Jawa Timur Persiapan Pilkades serentak di Bangkalan masih bermasalah

Persiapan Pilkades serentak di Bangkalan masih bermasalah

707
0
SHARE

Laporan Wartawan Koranfakta.net Muh Hasan Sibti Rosul

KORANFAKTA.NET, Bangkalan — Sederet masalah pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode ke dua Kabupaten Bangkalan masih terus muncul pada pilkades yang akan digelar serempak pada bulan Oktober 2016 mendatang.

pilkades-bangkalan1Masalah yang mengemuka pada persiapan Pilkades yang akan digelar serempak pada bulan Oktober mendatang adalah seputar kelengkapan administratif, seperti ditemukannya perbedaan penulisan nama atau tanggal lahir baik di kartu identitas maupun ijazah calon kades, dan masalah domisili dua Cakades desa Kelbung yakni Matsumbri dan Muhammad Isni.

Mereka berdua mendatangi kantor Bapemas, Rabu (07/08/2016), mengadukan temuannya tentang keabsahan ijazah milik Aji Santoso salah seorang Bacakades (pertahana).

Mereka menemukan kejanggalan pada penulisan tahun kelahiran dalam Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) dengan Surat Keterangan Pengganti Ijazah milik mantan Kades itu. Ada perbedaan tanggal, bulan, dan tahun kelahirannya.

Dalam Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) atas nama Aji Santoso tertulis tanggal, bulan dan tahun lahir, 09 April 1980, sedangkan di Surat Keterangan Pengganti Ijazah yang juga atas nama Aji Santoso tertulis tanggal, bulan, tahun lahir 8 Agustus 1979.

“Padahal di desa lain. Jika ditemukan perbedaan penulisan satu huruf saja baik KTP atau Ijazah milik bakal calon. Langsung digugurkan oleh panitia desa itu. Tapi heran dengan panitia desa sini (Kelbung). Jelas ditemukan kejanggalan ijazah milik Aji tapi masih lolos penetapan,” keluh Matsumbri dengan raut keheranan.

Matsumbri juga menuturkan bahwa dirinya beserta Muhammad Isni sempat mendatangi Kepala Bapemas, Ismed Effendi, untuk mengadukan masalah tersebut, tapi Ismed menerima aduannya dengan jawaban agar melaporkannya ke pihak berwajib jika ditemukan ada dokumen diduga palsu.

“Bukan wewenang Bapemas soal asli atau tidaknya ijazah orang. Silahkan lapor yang berwajib, apabila ada diduga palsu,” ucap Matsumbri menirukan jawaban Kepala Bapemas Bangkalan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bapemas Ismed Effendi mengatakan untuk tiap temuan dugaan adanya dokumen palsu bisa dilaporkan kepada pihak berwajib. “Kalau dicurigai gak sah, gugat aja ke pengadilan. Yang paham masalah ijazah, dinas pendidikan. Laporkan ke Polisi jika di duga palsu.” ucap Ismed.

Sementara itu, Ketua P2KD Desa Kelbung, Nurmadin meski sudah dikonfirmasi melalui pesan singkat namun enggan memberikan keterangan terkait temuan Matsumbri dan Muhammad Isni tersebut.

Pada hari yang sama, Komisi A -DPRD Kabupaten Bangkalan yang dipimpin Kasmu, memanggil Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) dari Desa Karang Anyar Kecamatan Kwanyar, Desa Batoh Baddhung Kecamatan Klampis, dan Desa Kelbung Kecamatan Sepuluh.

Mereka dipanggil terkait sengketa proses penetapan Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) yang terjadi di masing-masing desa itu. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 4 =