Home Jawa Timur Relawan Supeltas Bangkalan dibekali aturan berlalu lintas

Relawan Supeltas Bangkalan dibekali aturan berlalu lintas

596
0
SHARE

Laporan Wartawan Koranfakta.net Muh Hasan Sibti Rosul

KORANFAKTA.NET, Bangkalan  — Kepolisian Resort (Polres) Bangkalan, membuka program pelatihan bagi Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas), Selasa (09/08/2016), bertempat di Gedung Serbaguna Polres Bangkalan, Madura.

Kapolres Bangkalan Anissullah M Ridho dalam sambutan pembukaan memaparkan, program Supeltas sudah ada sejak lama, kira-kira 10 tahun atau 20 yang lalu. Namun saat ini, program ini perlu diperbarui dengan mendayagunakan potensi-potensi yang ada agar pelayanan masyarakat meningkat.

Kapolres Bangkalan Anissullah M Ridho, membuka program pelatihan bagi Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas), Selasa (09/08/2016), bertempat di Gedung Serbaguna Polres Bangkalan.
Kapolres Bangkalan Anissullah M Ridho, membuka program pelatihan bagi Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas), Selasa (09/08/2016), bertempat di Gedung Serbaguna Polres Bangkalan, Madura.

Menurut Kapolres, dahulu relawan ini dikenal masyarakat dengan sebutan “Pak Ogah“, orang yang membantu menertibkan arus lalu-lintas jalan. Berbeda dari ‘Pak Ogah’ yang tak terlembaga, Supeltas ini terhimpun dan terlembaga berkat kerja sama dengan anggota pihak kepolisian. Para peserta Supeltas akan dibekali pengetahuan tentang pengaturan lalu lintas.

“Supeltas ini bukan barang baru, ini barang lama yang kita perbaharui, jadi sudah ada semenjak kurang lebih 10 atau 20 tahun yang lalu. Kalau lebih kerennya dulu Pak Ogah, tetapi Pak Ogah itu tidak ada kelembagaannya. Dibuatlah kelembagaan lalu dikumpulkan dalam organisasi namanya Supeltas, dan diajarkan bagaimana caranya melakukan penertiban dan pekerjaan-pekerjaan kepolisian terbatas, terutama urusan lalu lintas,“ terang Kapolres Bangkalan.

Lebih lanjut Anis menuturkan, ide awal dilaksanakan program ini bermula dari pengalaman kemacetan yang terjadi di beberapa jalan pasar yang ada di Bangkalan, diantaranya, Blega, Tanah Merah, dan Patemon menjelang hingga perayaan Idul Fitri lalu. Kemacetan parah biasa terjadi di tiga pasar tersebut terutama pada hari pasar.

Orang yang akan melintasi jalan sekitar pasar seolah-olah orang hendak pergi haji, harus melakukan persiapan terlebih dulu yaitu berbekal makanan dan minuman yang banyak serta mengisi penuh BBM kendaraannya sebelum berangkat melewati jalan dari tiga pasar ini. Pasalnya kemacetan bisa belangsung 2 hingga 3 jam lamanya.

“Kita lihat kejadian kemarin, pada saat Idul Fitri, itu pasar sampai menjadi seolah-olah menjadi momok menakutkan. Orang melintasi pasar seperti orang kan pergi haji, selamatan dulu baru melintasi pasar, karena bisa dua jam sampai tiga jam di sana, jadi selamatan dulu, makan dulu yang banyak di pangkalan bis atau makan dulu yang banyak di rumah makan baru mereka berangkat. Ngisi BBM penuh-penuh, mobilnya disediakan minuman dan makanan yang banyak baru berani melewati pasar Blega, Tanah Merah serta Patemon. Itu sama kayak orang mau berangkat haji khan, selamatan dulu mereka di rumah masing-masing,”ujarnya.

Masih menurut Kapolres, program Supeltas ini agar terus digelorakan tidak terhenti sebatas kegiatan pelatihan saja. Ia mengajak seluruh peserta agar kegiatan ini berdampak nyata, yang betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya lancarnya arus lalu lintas dan arus orang, termasuk kegiatan perdagangan juga lancar.  Supeltas dituntut bisa bekerja sama dengan pihak-pihak lain, Polsek dan Koramil.

“Saya berharap kepada para Kapolsek, terutama kepada para kepala pasar, dan Danramil bisa melakukan pembinaan lanjutan kepada Supeltas. Tidak hanya berhenti pada batas pelatihan saja dan pembagian seragam, tetapi betul-betul bisa menimbulkan perubahan. Dengan adanya Supeltas ini nantinya paling tidak ada perubahan yang bisa kita lakukan bersama khususnya keruwetan dan kemacetan yang ada di pasar,” harap Kapolres penuh semangat.

Kemacetan juga diakui Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Bangkalan, Mulyono Dahlan. Kemacetan biasa terjadi di tiga pasar, dan menjadi momok menakutkan bagi pengendara yang melintasi jalan di pasar-pasar tersebut. “Benar apa yang dihaturkan Kapolres. Bahwa menjadi momok, hampir menjadi berita nasional masalah kemacetan yang sering dialami di pasar Blega, Tanah Merah, dan Patemaon,” ungkapnya

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Mul ini menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian Resort Bangkalan yang telah bekerja sama melancarkan arus mudik di jalan pasar pada perayaan Idul Fitri lalu serta dibukanya pelatihan Supeltas ini.

“Dengan gagasan Kapolres, kami semua dari Dinas Pasar menghaturkan banyak terima kasih yang telah banyak membantu kami dalam pelaksanaan kelancaran arus mudik pada saat Idul Fitri. Dengan gagasan program Supeltas ini akan membuka wacana kami, selama ini kami mungkin terbirit-birit mengatasi kemacetan,” tambah Mulyono dalam sambutannya.

Pada umumnya, selama ini Supeltas dikenal ada di pos kepolisian yang ada. Tapi dimulai dari Bangkalan akan dicoba untuk pertama kalinya menempatkan Supeltas di pasar, yang akan dilengkapi perlengkapan yang bisa mendukung pelaksaan tugasnya.

Hadir dalam pembukaan program pelatihan tersebut pejabat Polres Bangkalan beserta jajaran, Kapolsek, Danramil, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, dan Kepala Pasar serta 80 pegawai pasar se-Kecamatan Kabupaten Bangkalan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + 11 =