Festival Padi cara menghargai petani Banyuwangi

Laporan Kontributor Koranfakta.net Dafid Firman Syah.

KORANFAKTA.NET, Banyuwangi — Suasana perdesaan Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi yang biasanya tenang mendadak riuh, hiruk pikuk.

Tidak seperti biasanya, Rabu (20/7/2016) ribuan orang tumpah ruah di jalan sekitar persawahan di depan balai desa Sumbergondo menunggu kehadiran Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas yang akan membuka acara  festival padi yang baru pertama kali digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada tahun ini.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas pada acara Festival Padi, Rabu (20/7/2016)
Bupati Banyuwangi Azwar Anas pada acara Festival Padi, Rabu (20/7/2016)

Tak hanya warga, para siswa dari sekolah-sekolah se Kecamatan Glenmore juga turut hadir memeriahkan suasana di tengah mendung yang menyelimuti acara festival sejak pagi hari.

Bupati Azwar Anas dalam sambutannya mengatakan, festival ini dibuat sebagai penghargaan kepada para petani yang telah menjadikan Banyuwangi swasembada beras dan menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur.

“Festival ini  bentuk penghargaan kepada para petani, sehingga Banyuwangi bisa swasembada beras dan menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur,” tuturnya.

“Disamping itu festival ini bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir maraknya jual beli lahan persawahan yang menjadi lahan perumahan.” tambahnya.

Azwar Anas yang didampingi  Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Kapolres Banyuwangi, Danlanal, Danramil serta jajaran Forpimda turut serta melakukan prosesi penanaman padi dan kenduri bersama warga sekitar.

Nurwahid salah satu pengunjung asal Desa Jambewangi Kecamatan Sempu senang bisa hadir dalam gelaran tersebut. Ia mengatakan, sebagai warga Banyuwangi bangga mengikuti festival padi ini. Kedepannya semoga bisa berlanjut dan lebih meriah.

“Meskipun acara ini baru pertama kali di laksanakan tapi kami bangga mengikuti festival padi, semoga kedepannya  lebih meriah lagi,” harapnya.

Prosesi festival padi pada akhir acara dilanjutkan pemasangan cok bakal, memandikan kerbau yang digunakan menggarap sawah, “nggaru” (meratakan lahan). Dan pada kesempatan tersebut Bupati Azwar Anas pun ikut serta menanam padi bersama para pelajar dan tamu undangan lainnya.(*)