Home Jawa Timur Program Keluarga Harapan menuai kritik karena tidak tepat sasaran

Program Keluarga Harapan menuai kritik karena tidak tepat sasaran

445
0
SHARE

Laporan Wartawan Koranfakta.net Muh Hasan Sibti Rosul

KORANFAKTA.NET, Bangkalan Madura — Program perlindungan sosial dari Kementerian Sosial, melalui program keluarga harapan (PKH) dengan pola memberikan uang tunai kepada keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan menuai kritik karena dinilai tidak tepat sasaran.

Adalah So ( nama panggilan), warga desa Tebul, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Madura harus menanggung kecewa karena istrinya sejak beberapa tahun tak pernah menerima bantuan PKH lagi.

Seorang ibu rumah tangga memperlihatkan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) -photo Analisa
Seorang ibu rumah tangga memperlihatkan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) -photo Analisa

Belakangan So mengetahui ternyata istrinya, Syafi’ah, sudah dihapus dari daftar penerima PKH. Menurut So tidak hanya istrinya saja yang dikeluarkan dari daftar penerima, tapi ada 9 orang warga lainnya yang dihapus dengan alasan tidak jelas.

Mengetahui istrinya dikeluarkan dari daftar penerima PKH. So tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Dalam suatu kesempatan, saat ada pendamping PKH yang berkunjung ke desanya, So menemui petugas yang dikenalnya bernama Amin. Di hadapan petugas pendamping PKH itu So menanyakan alasan dikeluarkan Istrinya dari daftar penerima bantuan. Akan tetapi menurut So, Amin tidak memberikan jawaban yang jelas,  ia hanya menjawab ini sudah keputusan pusat.

“Ini rahasia pusat. Kepala Desa pun tak boleh mengetahui alasan ini (dikeluarkan Syafi’ah sebagai penerima PKH), ujar So kepada koranfakta.net, Rabu (18 Mei 2016), menirukan jawaban Amin.

Iwan Setiawan, Kepala Kecamatan Kwanyar  dikonfirmasi menjelaskan, sejak tiga tahun lalu beberapa orang warga Desa Tebul itu memang sudah bukan penerima PKH lagi dan itu sesuai peraturan Kemensos tahun 2013.

“Yang bersangkutan sejak tahun 2014 sudah tidak menerima PKH sesuai aturan dari Kemensos. Yang sudah disampaikan kepada yang bersangkutan pada Desember 2013 (tiga tahun yang lalu). Jadi sejak 2014-2015 yang bersangkutan sudah tak menerima program PKH lagi,” beber mantan Camat Arosbaya ini via Whatshapp, Kamis (19/06/2016)

Lebih lanjut ketika ditanyakan isi peraturan Kemensos tahun 2013 dan alasan dikeluarkannya 10 warga desa Tebul tersebut, Iwan enggan memberi jawaban, justru menyuruh bertanya langsung kepada petugas pendamping PKH desa Tebul, “konfirmasi ke pendampingnya.”  jawab Iwan singkat.

 

Editor : Agung Budiarto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × four =