BI Malang: Hindari Penukaran Uang Di Jalanan

KORANFAKTA,NET| Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk menghindari penukaran uang receh baru di tempat tidak resmi seperti yang ditawarkan di jalanan karena tidak menutup kemungkinan adanya uang palsu.

Salah satu warga menawarkan jasa penukaran uang di jalan illustrasi
Salah satu warga menawarkan jasa penukaran uang di jalan illustrasi

‘Mungkin saja ada uang palsu yang beredar saat terjadi transaksi penukaran. Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat tukar uang di bank, apalagi saat ini perbankan umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) juga banyak yang melayani penukaran uang baru,’ tegas Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Dudi Herawadi di Malang, Jumat, seperti dikutip ciputranews.com

Menukarkan uang pecahan baru di kantor perbankan, katanya, akan lebih aman dan nayaman, tidak mengganggu arus lalu lintas atau pengguna jalan lainnya. Pedagang atau penyedia jasa penukaran uang pecahan baru biasanya banyak beroperasi di jalan yang ramai.

Selain itu, kata Dudi, penukaran uang melalui perbankan juga mengurangi jumlah tempat penukaran uang tidak resmi yang selama ini tidak dijamin keasliannya, apalagi juga dikenakan biaya jasa cukup tinggi.

Penukaran uang melalui jasa penukaran di tempat tidak resmi atau di jalanan biasanya dikenakan biaya 10 persen dari jumlah uang yang ditukar. Jika tukar uang sebesar Rp100 ribu, maka jasa atau biayanya sebesar Rp10 ribu.

Mekanisme penukaran uang di perbankan umum maupun BPR, lanjutnya, juga cukup mudah, sebab perbankan dilarang mensyaratkan para penukar uang baru harus mempunyai buku tabungan atau menjadi nasabah bank bersangkutan. [abu]