Puluhan Mahasiswa Gresik Demo ke DPRD

KORANFAKTA.NET, GRESIK – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Gresik (Formagres) demo di Gadung DPRD Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (31/10/2017) pukul 09.00 Wib.

Kedatangan demonstran dikawal ketat oleh aparat keamanan dari Polres Gresik, tak terkecuali para Polwan.

Demontran mengusung berbagai poster. Diantaranya bertuliskan “Stop kriminalisasi mahasiswa”.

Dalam orasinya, mereka menuntut agar temannya yang dijadikan tersangka saat demo menolak pembangunan Alun-alun di Kantor Bupati lalu, dibebaskan. Pasalnya, penangkapan yang dilakukan aparat keamanan waktu, merupakan bentuk kriminalisasi aktifis yang berjuang mempertahankan hak publik.

Demonstran juga mendesak untuk ditegakkan Pasal 28 UUD 1945 serta Pasal Nomor 9 tahun 1998 tentang HAM dan menyuarakan pendapat di muka umum. Selain itu, meminta mengembalikan tugas, azas dan tujuan pemuda sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 2 Nomor 40 tahun 2009.

“Kami minta jangan ada pembungkaman demokrasi dengan cara kriminalisasi aktifis dan bebaskan teman kami mahasiswa yang dijadikan tersangka olwh polisi dalam demo anarkis di Kantor Bupati lalu,” ujar Wahil, koordinator aksi dalam orasinya.

Mereka menilai aksi penyampaian pendapat di muka umum, mulai dibungkam oleh aparat dengan cara kriminalisasi. Karena itu, setiap aksi yang dilakukan mahasiswa di negeri ini, termasuk di Gresik, selalu saja ada aktifis korban dan dijadikan tersangka.

Sementara itu, di waktu bersamaan juga terjadi aksi unjuk rasa ratusan buruh se Kabupaten Gresik di Kantor Bupati Gresik. Aksi buruh ini menuntut persamaan nilai upah pekerja. (TRI/RED)