Sungai Betotot Dinormalisasi untuk Antisipasi Banjir

KORANFAKTA.NET, PASURUAN – Sungai Betotot di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, tepatnya di samping SMKN 1 Grati yang menjadi penyebab banjir di wilayah Kecamatan Grati mulai dinormalisasi.

HM Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan didampingi beberapa kepala dinas antara lain OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Dinas SDA, Dinas Tata Ruang, Dinas PU Bina Marga, dan BPBD meninjau ke lokasi pengerukan atau memperdalam Sungai Betotot, Selasa (24/01).

sungai betototMenurut Bupati Irsyad normalisasi Sungai Betotot sebenarnya bukan kewenangan Pemkab Pasuruan, melainkan Balai Besar Gembong Pekaleng Pemprov Jawa Timur.

“Hanya saja, sebagai bentuk tanggung jawab atas musibah banjir yang menimpa saudara kita, maka Pemkab PasuruanĀ  melakukan normalisasi sungai Betotot mencapai sepanjang 500 meter,” ujarnya.

“Kita tidak berbicara tentang kewenangan pemprov, pemkab atau pusat. Tapi ini sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai kepala daerah yang harus menjawab keluhan masyarakat,” tegasnya.

Irsyad menambahkan, normalisasi Sungai Betotot diperkirakan akan selesai dalam jangka waktu dua minggu, kita berharap upaya ini bisa mengurangi banjir yang berasal dari sungai tersebut.

“Pokoknya sampai selesai, dan saya pastikan semuanya pasti selesai, apalagi BMKG juga sudah memperkirakan kalau tanggal 28 Januari ini, intensitas hujan sedang lebat-lebatnya, Yang kita takutkan pas gelombang air laut pasang, maka bisa banjir lagi. Maka dari itu, normalisasi yang kita lakukan sifatnya kedaruratan atau dadakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Hanung Widya Sasangka,Kepala Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan menambahkan, normalisasi sungai adalah bagian dari normalisasi 100 lebih sungai se-kabupaten Pasuruan yang nilai anggarannya mencapai Rp 3 miliar.

“Kita masih menghitung berapa nominal yang kita keluarkan untuk biyaya operasional alat berat, bahan-bahan bangunan yang kita perluhkan, BBM sampai ongkos semua tukang dan kuli,” jelasnya.

“Begitu juga dengan sungai yang lain, masih ada yang akan kita lakukan atau kita laksanakan, dan juga masih kita hitung,” jelasnya.

Normalisasi Sungai Betotot juga dibarengi dengan perbaikan pekerjaan plengsengan sepanjang 41 meter, dan untuk perbaikan tersebut dilakukan dengan pemasangan bronjong di sisi barat sungai. (pur/abu)