Petani Bunga Sedap Malam Peroleh Asupan Dana

Laporan Wartawan Koranfakta.net Purwo Hadi

KORANFAKTA.NET, PASURUAN — Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menggelontorkan dana Rp.150 juta untuk petani bunga sedap malam agar mereka dapat menaikkan hasil produksi dan mendukung kualitas bunga yang segar, semerbak, sarum dan wangi.

Ihwan, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan menjelaskan, tujuan menggelontorkan dana sebesar Rp.150 juta ini untuk meningkatkan produkasi bunga sedap malam dan untuk menjaga kwatintas dan kualitasnya.

Bunga sedap malam
Bunga sedap malam

“Dana tersebut dapat digunakan untuk membeli bibit dengan kualitas bagus serta pengadaan pupuk tanaman bunga yang dibutuhkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Ihwan menjelaskan, produksi bunga sedap malam yang berada di wilayah kecamatan Rembang bisa mencapai 120 ribu tangkai per hektare lahan, yang bisa menghasilkan 14 ribu tangkai setiap lima hari sekali.

“Bibit telah kami siapkan berbeda jenisnya dengan apa yang ditanam saat ini karena untuk wilayah Rembang memiliki kualitas dan kwantitas yang bagus dan bersertifikat, dan kami rencanakan untuk tiga tahun ini kami akan mengalokasikan pengadaan bibit di sejumlah petani sedap malam,” ungkapnya.

Ihwan menambahkan, bibit yang bersertifikat adalah memiliki kuntum bunga yang lebih mekar, sedangkan produksi petani di bulan kemarin berbeda dengan saat ini, untuk tahun ini bunganya cenderung kuncup. Dengan bibit bersetifikat diharapkan produksi bunga sedap malam terus meningkat setiap bulannya.

“Saya akui  produksi bunga sedap malam juga dipengaruhi faktor cuaca, maka dari itu kami mengantisipasi dengan bibit bersertifikat dan semoga harga di pasaran meningkat  penjualannya, bisa menaikan harga bunga sedap malam,”pungkasnya.

Sementara itu, anggota Gapoktan Rembang Ahmad Jaelani menjelaskan,  bunga sedap malam diperoleh dari daerah Malang, Surabaya, Banyuwangi dan Bali, bila kulakan bunga sedap malam tergantung dengan momen tertentu, jika pada hari besar harganya bisa mencapai Rp.600,-  per batang.

“Anggota Gapoktan bunga sedap malam di wilayah Rembang sebanyak 80 orang, lahan garapan sawah seluas 352 Hektar, sedangkan produksi bunga sedap malam di wilayah Rembang kami jual dengan harga Rp.60,- sampai Rp.1.000 per tangkai, tergantung ukuran besar kecilnya, bentuk dan jenisnya,” tuturnya.

Ahmad Jaelani lebih lanjut menjelaskan, sebagian besar  petani anggota Gapoktan bunga sedap malam Rembang membudidayakan bunga sedap malam varietas Roro Anteng yang telah menjadi ciri khas sedap malam Rembang Kabupaten Pasuruan, namun petani Rembang berusaha melakukan tahapan varietas baru yakni varietas Dian Arum yang berasal dari Ambarawa Jawa Tengah.

“Varietas Dian Arum ini biasanya tumbuh baik di daerah dataran tinggi dan dingin di Ambarawa, namun kami berusaha mengembangkan Dian Arum ini di dataran rendah dan suhu panas,” tuturnya. (pur/abu)