Ratusan Aparat TNI/Polri Dibantu Masyarakat Perangi Narkoba

Laporan Wartawan Koranfakta.net Muh Hasan Sibti Rosul

KORANFAKTA.NET, BANGKALAN — Ratusan personil gabungan TNI dan Polri wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura dibantu masyarakat, Ormas dan lembaga kepemudaan yang berjumlah lebih 100 orang melaksanakan pembersihan dan penyisiran perang melawan narkoba di Desa Parseh dan Desa Sangra Agung, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Senin (26/12/2016).

Peserta gabungan aparat TNI-Polri dan masyarakat ini dibagi menjadi dua tim, setelah melaksanakan apel sekitar pukul 08.30 WIB. Peserta berangkat dari Mapolres Bangkalan menuju dua desa yang dahulunya lebih dikenal dengan julukan kampung narkoba.

anis-narkobaPenduduk setempat mendukung kegiatan ini dan sebagai komitmennya, masyarakat dari dua desa Parseh dan Sangra Agung akan menggelar deklarasi bertajuk Kampung Bersih Narkoba. Rencananya agenda ini akan dilaksanakan pada hari Rabu (28/12/2016), bertempat di Desa Sangra Agung.

Demikian disampaikan Kapolres Bangkalan, AKBP. Anissullah M Ridha kepada awak media yang turut meliput kegiatan penyisiran ini. “Deklarasi Kampung Bersih Narkoba, tanggal 28 Desember hari Rabu besok ini akan melibatkan seluruh masyarakat dan sekali lagi yang perlu diingat bahwa ini adalah keniginan dari masyarakat” terangnya.

Kapolres menambahkan, meski tak ditemukan narkotika pada penyisirian ini. Tetapi dari sejumlah tempat yang ditengarai sering dimanfaatkan kegiatan melawan hukum ini diperoleh jejak bekas kegiatan aktifitas penyalahgunaan narkoba. “Sampai sejauh ini yang ditemukan dalam penyisiran ini adalah sisa-sisa bekas-bekas dari kegiatan-kegiatan yang terkait dengan penggunaan narkoba, dan kita juga sebelum ini sebenarnya sudah sering kali mengadakan kegiatan serupa dalam bentuk penegakan hukum” ujar Kapolres.

anis-narkoba1Hal senada juga disampaikan Moh. Ilyas, Kades Parseh, dalam mengantisipasi kemunculan kembali peredaran narkoba di wilayahnya, ia menyebutkan akan membangun pos-pos pantau yang di dalamnya meibatkan personil dari kepolisian dan lemabaga kepemudaan. “Kapolres bilang akan dibikin Pos Pantau yang juga melibatkan organisasi kepemudaan yang ada di desa ini. Harapannya dengan keberadaan pos-pos ini dapat mengurangi aktifitas peredaran dan penggunaan narkoba,” tuturnya.

Sementara itu Dra. Arie Soeripan, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Jawa Timur sangat mengapresiasi gelar acara ini. Ia mengatakan, hal ini harus menjadi komitmen bersama. “Ini kegiatan sangat bagus sekali dan sangat positif sekali. Ini komitmen kita dalam memberantas peredaran gelap narkoba.” ujarnya.

Dalam penyisiran dan pembersihan ini tim pertama yang ditugaskan di Desa Parseh harus rela berjalan kaki dari rumah Kades sejauh kira-kira tiga kilometer agar bisa ke lokasi rumah madat. Sedangkan tim kedua berada di Desa Sangra Agung. (*)