Gudang Pupuk Disegel, Petani Geruduk Kantor Dewan

Laporan Muh Hasan Sibti Rosul dari Bangkalan Madura

KORANFAKTA.NET, BANGKALAN MADURA – Gudang Penyangga Pupuk (GPP) Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan disegel pihak kepolisisan Polrestabes Surabaya. Penyegelan itu terjadi pada hari Jumat (29/5/2015), terkait dugaan adanya pengoplosan pupuk kiriman dari daerah Surabaya.

Petani Bangkalan unjuk rasa di depan kantor DPRD Bangkalan Madura (Senin, 8/6/2015) - Photo Muh Hasan SR-Koranfakta)
Petani Bangkalan unjuk rasa di depan kantor DPRD Bangkalan Madura (Senin, 8/6/2015) – Photo Muh Hasan SR-Koranfakta)

Pada kesempatan lain saat dikonfirmasi wartawan koranfakta.net, Kepala GPP Desa Keleyan, Sudarman, mengaku pihaknya tidak tahu dengan rinci alasan penyegelan dilakukan. Pasalnya, petugas polisi yang menyegel gudang saat itu tidak memberi tahu alasan gudang disegel.

“Sejak gudang disegel pada Jumat kemarin, kami tidak bisa mengeluarkan dan memasukkan pupuk. Adapun yang menyegel gudang dari Polrestabes Surabaya. Petugas menyita sejumlah dokumen dan kunci gudang,” terangnya.

Padahal ketersediaan pupuk jenis urea untuk wilayah Bangkalan sangat dibutuhkan. Imbas dari penutupan itu, kini petani di Bangkalan mengalami kesulitan mendapatkan pupuk karena terjadi kelangkaan.

Buntut dari penyegelan GPP yang terjadi Jumat pekan lalu, Senin (8/6/2015), puluhan petani asal Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan mendatangi kantor Dewan menggelar aksi unjuk rasa.

Para petani kuatir jika terlambat memupuki tanaman padinya yang saat ini mulai menguning akan mengalami gagal panen. Jika tidak segera diatasi, bisa dipastikan tanaman padi akan kering, papar H. Aziz dalam orasinya.

“Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi pada wakil rakyat. Sekarang para petani membutuhkan pupuk untuk tanaman padi, tapi pupuknya tidak ada akibat gudang disegel,” terang H Abd Aziz, kordinator aksi.

H. Aziz bersama rombongan petani mendesak anggota dewan membantu memberi solusi atas masalah yang tengah mereka alami saat ini. Menurutnya jika gagal panen, kerugian tak hanya dialami para petani saja, tapi program swasembada pangan pemerintah akan terhambat juga.

“Kalau sudah begitu, maka petani yang rugi. Tidak hanya petani, program pemerintah untuk swasembada pangan terancam gagal,” keluhnya.

Dalam kesempatan itu rombongan pengunjuk rasa ditemui wakil ketua DPRD Bangkalan H. Fathurrahman. Ia berjanji akan menindak lanjuti tuntutan petani. Dirinya juga mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait diantaranya Dinas Pertanian dan Perternakan (Dispertanak) Bangkalan.

“Kami akan duduk bersama dengan sejumlah pihak untuk membahas persoalan ini, supaya petani segera mendapat pupuk,” tegas Fatkurrahman di hadapan para pendemo.

Usai menyampaikan niatnya. Fathur bersama – sama Hadari Kadis Dispertanak Bangkalan dan beberapa orang perwakilan dari Polrestabes Surabaya memasuki gedung dewan. Sepertinya mereka hendak merembukkan jalan penyelesaian atas masalah yang menimpa petani Bangkalan.

Di luar gedung dewan, pendemo mulai tak sabar menunggu hasil diskusi mereka . Pengunjuk rasa akhirnya bergerak ke lokasi gudang GPP. Di sini H. Aziz kembali berorasi. Selang tak berapa lama wakil DPRD Bangkalan, Fathurrahman, dan perwakilan dari Polretabes Surabaya serta beberapa orang dari dispertanak tiba juga di lokasi GPP. Mereka menyatakan bahwa Polrestabes Surabaya bersedia membuka segel GPP.

Jalannya aksi demo petani ini mendapat kawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Bangkalan dan dibantu Satpol PP setempat. (*)