Home Regional Kejaksaan Turun ke Proyek Diduga Salahi Aturan untuk Pencegahan

Kejaksaan Turun ke Proyek Diduga Salahi Aturan untuk Pencegahan

21
0
SHARE

Laporan Wartawan Koranfakta.net Purwo Hadi

KORANFAKTA.NET, PASURUAN – Tim Pengawal,Pengaman, Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan mendatangi lokasi Proyek Peningkatan Jalan di Jalan Gununggangsir, Kecamatan Beji,  Kabupaten Pasuruan untuk memastikan pekerjaan proyek tidak menyalahi aturan.

Langkah Korsp Adhyaksa Kabupaten Pasuruan ini sebagai upaya preventif memberantas Korupsi dan  penyalahgunaan keuangan negara yang digelontorkan melalui pekerjaan proyek.

jaksa-psn1Kunjungan TP4D dipimpin Adi Santoso, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan yang meninjau proyek peningkatan jalan sepanjang 3 kilometer (km) yang kebetulan masih ada proses pengerjaan.

“Di Kabupaten Pasuruan saat ini banyak pekerjaan proyek, upaya dan tujuan kami untuk pencegahan sebelum terjadi ada pelanggaran. Ibaratnya sedia payung sebelum hujan,” tutur Adi.

“Kami akan optimalkan pendampingan dan pengawasan, juga pemantauan proyek pembangunan yang ada di Kabupaten Pasuruan sebelum terjadi pelanggaran atau penyalahgunaan yang merugikan uang negara,” jelasnya.

Lebih lanjut Adi menambahkan, pelanggaran atau penyalahgunaan terjadi salah satu faktornya karena tidak mengetahui aturan atau ada pihak yang mencari keuntungan lebih besar. Maka dari itu pihaknya hadir sebagai pendamping Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kabupaten Pasuruan.

“Kami siap membantu dan mendampingi biarpun jumlah personil kami terbatas. Jumlah personil kami yang ada di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan hanya 17 orang,”tuturnya.

“Kami berjanji jika ada dari pihak SKPD meminta bantuan dan pendampingan akan siap dan dipenuhi, namun sebelumnya kami juga akan seleksi terlebih dahulu. Pertimbangannya bukan dari anggaran pelaksanaan proyek, tapi sulit tidaknya penanganan  proyek tersebut, dan kami akan bantu sesuai prosedur dan ketentuan yang ada,” tegas Adi.

Adi mengaku akan mengutamakan pekerjaan proyek yang sangat sulit alias rentan penyalahgunaan anggaran, yang tidak sesuai aturan kami akan bertindak tegas dan kami tidak memandang berapapun nilai proyek tersebut,” jelasnya.

“Semisal jika ada proyek di Kabupaten Pasuruan yang melakukan penyalahgunaan atau menyalahi aturan,  kami akan dampingi atau kawal untuk pekerjaan proyek tersebut sampai selesai, ya contohnya kaya cek lapangan atau turun langsung di lokasi pekerjaan proyek ini,” jelasnya. (Pur/abu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here