Home Regional Menag: Ketahanan kultural paling kokoh adalah nilai agama

Menag: Ketahanan kultural paling kokoh adalah nilai agama

242
0
SHARE

KORANFAKTA.NET, KENDARI – Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama mengatakan umat Islam dan bangsa Indonesia di era global ini dituntut memiliki ketahanan kultural dalam memilah dan memilih unsur-unsur budaya dari luar yang tidak bertentangan dengan pandangan hidup kita.

Menurutnya, ketahanan kultural yang paling kokoh dalam menghadapi arus budaya global di era teknologi informasi yang sangat dinamis adalah ajaran dan nilai agama.

Pawai Ta`ruf Meriahkan STQ Sultra /photo butonutarasultra.com
Pawai Ta`ruf Meriahkan STQ Sultra /photo butonutarasultra.com

“Ketahanan kultural paling kokoh adalah yang bersumber dari pandangan hidup, aqidah, dan way of life, yaitu ajaran dan nilai-nilai agama,” demikian ditegaskan Menag saat membuka Seleksi Tilawatil Quran (STQ)  ke-23 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara dan Festival Budaya Islam, Kendari, Sabtu (07/03) malam.

Menag berharap kegiatan STQ dan Festival Seni Qasidah ini menjadi stimulan meningkatkan kesadaran generasi muda muslim untuk mengamalkan kita suci Al Quran sebagai petunjuk dan rahmatan lil alamin.

“Even STQ yang dilaksanakan secara bergiliran di daerah merupakan media silaturahim anak bangsa  yang diharapkan memberikan resonansi sosial dalam rangka mendorong terbangunnya masyarakat yang saling menghargai, saling menolong, saling peduli dan memilili ahlak yang baik,” katanya.

“Seni budaya Islam harus tetap menjadi ikon budaya bangsa yang terpelihara dari masa ke masa dan sebagai media  dakwah,” tuturnya

Menag juga berpesan agar menjaga harmoni sosial dan kerukunan hidup sebagai fundamental persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya umaat Islam di Sulawesi Tenggara.

“Saya yakin, jika tatanan kemasyarakatan dan kebangsaan kondusif dapat dipelihara, dengan izin Allah kita akan mampu membangun hari esok yang lebih baik dan menyelamatkan negara Republik Indonesia dari segala ancaman bahaya perpecahan dan krisis yang begitu mudah melanda masyarakat,” ungkap Menag. (kemenag/abu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × one =