Jasa penukaran uang rawan uang palsu

KORANFAKTA.NET | Jasa penukaran uang baru pecahan kecil  marak setiap menjelang Idul Fitri. Kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil  tinggi. Kondisi ini memicu para pelaku pengedar uang palsu (upal) menjalankan aksinya.

Salah satu warga menawarkan jasa penukaran uang di jalan illustrasi
Salah satu warga menawarkan jasa penukaran uang di jalan illustrasi

Kepolisian mengimbau masyarakat mewaspadai bisnis penukaran uang hasil cetakan baru Bank Indonesia, khususnya yang beroperasi pada malam hari.

“Biasanya, pelaku memperdayai korbannya pada malam hari karena uang palsu akan sulit terdeteksi dalam situasi gelap,” kata Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Priyo Widyanto, Selasa (30/7) lalu.

Priyo juga mengimbau masyarakat bertransaksi melalui sistem transfer via bank untuk  menghindari peredaran uang palsu di masyarakat. Menurut dia, pedagang di pasar tradisional merupakan salah satu sasaran empuk para pelaku kejahatan tersebut untuk menukarkan uang palsunya dengan yang asli.

Modus yang biasa dilakukan ialah dengan cara membelanjakan barang dagangan untuk mengincar uang kembalian. “Pecahan uang palsu yang biasa ditukarkan ialah Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu,” kata Pri yo menegaskan.

Priyo meminta masyarakat mewaspadai dan memahami perbedaan uang asli dan palsu. Dia mengingat kan prinsip 3D yang harus dipahami masyarakat, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Pemahaman ini penting agar masyarakat tak menjadi korban peredaran uang palsu.

Sementara itu,  Ismu (60 tahun), seorang penjual jasa penukaran uang yang mangkal di sekitar stadion Brawijaya Kota Kediri mengatakan, setiap menjelang Idul Fitri omzet penukaran terus  naik. Sejak H-7 hingga Idul Fitri bisa menghabiskan uang pecahan Rp 2.000,- dan Rp1.000,-  sebanyak Rp 500 juta.

” Sejak H-7 kita sudah siapkan uang pecahan kecil hingga Rp 500 juta. Lumayan margin keuntungannya, bisa maksimal 15 persen dari nilai uang yang ditukarkan, karena uang kecil ini langsung di dapat dari Bank, sedangkan jasa penukaran lainnya  pengadaan uang kecilnya  dari pengepul, nilai uang  Rp 100.000,- dijual maksimal Rp 105.500,- dan dijual lagi menjadi Rp 110.000,-” ungkapnya. ( rep/abu)