Home Keluarga Syahid akan Pensiun Setelah 30 Tahun Menggeluti Yoyo

Syahid akan Pensiun Setelah 30 Tahun Menggeluti Yoyo

59
0
SHARE

KORANFAKTA.NET,  Bangkalan –  Kapan kira-kira terakhir kali anda bermain yoyo? Atau adakah di antara kita atau anak-anak kita yang belum mengenal permainan yoyo?

Jika ingin mengenal tentang yoyo lebih detail, cobalah bertemu dengan Imam Syahid.

Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur ini sudah Lebih dari 30 tahun berjualan mainan yoyo di wilayah Madura.

Suami perempuan bernama Sumiati ini merintis berjualan yoyo keliling dari sekolah ke sekolah.

Dari pengakuannya, hampir di semua Sekolah Dasar (SD) di empat kabupaten yang ada di Madura, di antaranya, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep sudah pernah ia singgahi untuk menjajakan yoyo dagangannya.

Syahid, demikian ia biasanya dipanggil, selalu menggelar dagangannya di pelataran halaman sekolah dan siap berjualan sebelum murid-murid datang. Dan ia akan meninggalkan sekolah ketika usai jam istirahat berakhir.

Beralaskan terpal warna biru, bermacam jenis dan ukuran yoyo sudah tertata rapi dikelompokan menurut harganya.

Kisaran harga yoyo yang dijual mulai harga Rp.1.500,- untuk ukuran paling kecil. Sedangkan yang termahal untuk ukuran yoyo terbesar dihargai Rp.3.000,-

Yoyo yang dijualnya adalah model yoyo tradisional, berbahan kayu akasia.

Ia mendapatkan yoyo dari pengrajin yoyo di kampung halamannya di Blitar. Jika ada kesempatan pulang kampung ia manfaatkan juga untuk kulakan dengan jumlah banyak.

Namun tak jarang ketika musim main yoyo lebih ramai dari biasanya, dia harus menambah persediaan yoyo dengan cara berkirim lewat paket. Biasanya ia sering memanfaatkan ekspedisi melalui pengiriman bis antar kota.

Bapak tiga anak, Purwanti, Koko dan Emi ini, didampungi isterinya telah mulai merantau ke wilayah Madura sejak tahun 1974.

Di tanah perantauan inilah Syahid mulai merintis jualan yoyo, berkeliling dari kampung ke kampung dan sekolah-sekolah yang tak jauh dari tempatnya tinggal.

Mereka selalu berpindah tempat kost. Paling lama setengah tahun berdomisili di satu tempat, sebelum berpindah ke tempat lain, tergantung musim anak-anak bermain dan masih gandrung main yoyo.

Syahid, yang kini berusia 74 tahun ini menuturkan, dari hasil menggeluti dan berjualan yoyo ia bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya hingga sekolah lanjutan atas. Anak-anaknya lebih memilih bekerja dan berkeluarga meskipun ia telah menawari untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Dari anak-anaknya ini, pasangan Syahid dan Sumiati telah dihadiahi tujuh cucu.

DitemuiSenin (15/10/2018), Syahid sempat curhat bahwa sebentar lagi ia akan berpisah dengan yoyo karena telah memutuskan ingin pulang menetap di kampung halaman, sehingga otomatis akan pensiun menggeluti yoyo.

“Karena tidak ada lagi yang mau melanjutkan usaha ini saya akan pulang kampung. Anak-anak saya tidak ada yang berminat menekuni usaha yang telah lama saya rintis ini,” ujar kakek yang masih tampak bugar di usia yang tidak lagi muda ini.

Pewarta: Muh.Hasan Sibti Rosul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 − six =