Hari Pahlawan: Momentum Generasi Muda Perangi Narkoba

narkoba-ilustrasiJakarta – Pengaruh narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di kalangan generasi Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Bahkan bisa dikatakan saat ini Indonesia dalam kondisi darurat narkoba. Indonesia saat ini dianggap sudah menjadi surga bagi produsen, pengedar dan pengguna narkoba.

“Narkoba menghancurkan cita-cita para pahlawan bangsa, generasi sekarang tak mungkin berpikir jernih dan membangun bila dicekoki narkoba. Bahkan sekedar pemikiran bahwa tersangkut narkoba adalah hal wajar,” ucap Ketua DPP PKS, Hidayat Nur Wahid, dalam siaran pers, Minggu (11/11/2012).

Menurut Hidayat seharusnya generasi muda tidak terlibat dalam narkoba. Generasi muda juga harus menghargai jasa para pahlawan. Dia menilai dengan menghargai jasa pahlawan menjadikan generasi muda bisa memahami arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Menurutnya hal itu tidak lepas dari pemerintah yang saat ini tidak menghargai peran dari veteran yang ikut berjasa bagi kemerdekaan Indonesia.

Salah satu yang veteran yang merasa senang dengan sikap ini adalah Isah Jolon, dia merupakan seorang janda pahlawan perang kemerdekaan RI (alm) Bedo bin Islan yang sempat dibuang ke Boven Digul bersama Bung Karno. Dia berharap pemerintah makin memerhatikan kesejahteraan keluarga pahlawan karena selama ini banyak rekan-rekannya yang hidup telantar dan pas-pasan karena kurangnya perhatian kepada veteran.

Hidayat Nur Wahid yang datang mengunjungi bersama beberapa anggota DPR dari FPKS menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah lewat DPR. Ia juga menyampaikan bahwa FPKS dan anggota DPR dari fraksi-fraksi lain telah berhasil menggolkan dan mensahkan Undang Undang tentang Veteran pada rapat paripurna DPR tanggal 2 Oktober 2012 lalu. Dengan UU tersebut kini, pemberian bantuan atau tunjangan dari pemerintah kepada veteran kini dilihat sebagai penghargaan, bukan berdasarkan prinsip ketidakmampuan. |  sumber: detikcom