Uji Kompetensi, Wujud Tekad PWI Jatim Membentuk Wartawan Berintegritas

KORANFAKTA.NET, SURABAYA —  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-21.

H Akhmad Munir Ketua PWI Jatim, saat penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-21, Jumat (29/9) sore di Gedung PWI Jatim Jalan Taman Apsari Surabaya mengatakan, kegiatan ini digelar wujud tekad PWI Jatim membentuk wartawan berintegritas yang mampu menjaga marwah profesi mulia.

ukw pwi 21Menurut Munir, UKW Angkatan ke-21, dari 54 orang peserta, setelah dilakukan uji kompetensi selama dua hari oleh tim penguji, sebanyak 49 orang wartawan dinyatakan kompeten. Sementara lima dinyatakan tidak kompeten. Dari lima yang tidak kompeten tersebut, satu berasal dari kelas madya dan empat dari kelas muda.

Terhadap yang telah dinyatakan kompeten, Munir meminta wartawan tersebut benar-benar dapat menjaga komitmen, mempertanggungjawabkan dan menjaga marwah sertifikasi yang telah disandangnya. Caranya, dengan selalu memegang teguh tiga hal penting yang ada di Pakta Integritas yang telah ditandatangani oleh si wartawan diatas materai, sebelum ikut UKW.

“Pakta integritas bermaterai itu sudah mulai kita berlakukan sejak pelaksanaan UKW angkatan ke-17. Sementara untuk angkatan 11 sampai 16, saat mengambil kartu UKW dan sertifikat, mereka juga harus meneken pakta integritas tersebut,” jelasnya.

Tiga komitmen yang ada di pakta integritas, pertama menjadi anggota PWI dan senantiasa menjaga nama baik organisasi. Kedua, sanggup menjalankan tugas-tugas jurnalistik dengan memegang teguh dan patuh kepada Kode Etik Jurnalistik. Ketiga, bersedia tidak ikut organisasi profesi kewartawanan sejenis selain PWI.

Jika di kemudian hari terbukti salah satu dari poin pakta integritas tersebut dilanggar, maka wartawan yang telah dinyatakan kompeten setelah lulus ikut UKW, harus mengembalikan kartu PWI dan kartu UKW beserta sertifikatnya ke PWI Jatim. “Itu sebagai tanda, bahwa dia sudah tidak lagi menjadi anggota PWI dan pemegang kartu UKW,” tandasnya.

Selain itu, pentingnya komitmen dan pakta integritas, karena ia ingin membangun organisasi profesi wartawan yang solid dan pers yang sehat di Jatim. “Luar biasanya, pakta integritas yang diterapkan oleh PWI Jatim ini mendapat apresiasi luar biasa dari PWI Pusat dan akan dijadikan sebagai role model nasional,” bebernya.

Komisi Pendidikan PWI Pusat, Hendro Basuki memberikan apreasiasi luar biasa terhadap program UKW yang digelar oleh PWI Jatim dan jumlahnya paling banyak dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Menurutnya, dengan seringnya PWI Jatim menggelar UKW, wartawan yang kompeten di Jatim jumlahnya semakin banyak dan terus bertambah.

Terhadap wartawan yang sudah kompeten, Hendro minta benar-benar menjaga profesionalitas dan etika, serta senantiasa terus belajar. Namun, jauh lebih penting lagi adalah adanya standar yang lebih tinggi, yakni berkomitmen pada diri sendiri. Baik kaitannya dengan kontrak sosial maupun diri pribadi atau secara personal.

 

(kominfojatim/abu)