Home Lingkungan LIPI Gelar Ekspedisi di Samudra Hindia

LIPI Gelar Ekspedisi di Samudra Hindia

466
0
SHARE

JAKARTA — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar ekpedisi di perairan Sumadra Hindia. Ada dua ekspedisi yang akan dilakukan pada Mei 2015, yakni Ekspedisi Widya Nusantara (EWIN) dan Ekspedisi Sabang. ”Kedua ekspedisi memiliki tujuan yang saling berkaitan guna mengetahui potensi yang bekelanjutan di kedua perairan itu,” ujar Kepala LIPI Iskandar Zurkarnain, Kamis (7/5).

Ia mengatakan, Ekspedisi EWIN berupaya untuk mengungkap profil oseanografi dan potensi Samudra Hindia Timur. Tujuan pokok ekspedisi ini adalah untuk menetukan proses biogeokimia di Samudra Hindia Timur sebagai proses yang diatur oleh arus Equatorial Jet dan arus Sumatra.

Logo LIPI ilustrasi
Logo LIPI ilustrasi

Sedangkan, tujuan Ekspedisi Sabang adalah mengungkap kondisi geologi dan kondisi oseanografi akibat pengaruh Samudra Hindia maupun Selat Malaka. Tak tertinggal pula mengetahui keberadaan aktivitas terhadap kondisi biodiversitas daerah penelitian.

Ia berharap, ekspedisi kali ini mampu menunjang dan memperkuat visi kemaritiman Indonesia. ”LIPI senantiasa berusaha memberikan kontribusi yang postif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Khususnya, dibidang oseanografi dan biologi laut,” katanya.

Ekspedisi ini nantinya akan menggunakan kapal riset (KR) Baruna Jaya VIII milik LIPI. Kapal ini di desain untuk long term cruises yang dapat mengakomodasi laboratorium kerja.

Kedua ekspedisi itu akan membawa 30 peneliti dan 23 kru kapal. Selain Pusat Penelitian Oseanografi, ekspedisi ini juga melibatkan Pusat Penelitian Biologi, Pusat Penelitian Geoteknologi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Informasi Teknologi (BIT) LIPI, dan mahasiswa dari beberapa universitas dalam negeri.

Menurutnya, Samudra Hindia merupakan lokasi pelayaran riset yang potensial dan penting karena keunikannya. ”Samudra Hindia memiliki karakteristik yang berbeda dari Samudra Pasifik dan Atlantik karena sistem monsun,” ujar Plt Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) LIPI Zainal Arifin.

Ia mengungkapkan, Samudra Hindia Timur adalah area yang jarang sekali diteliti dibandingkan wilayah perairan lain, terutama oleh oseanograf Indonesia. Selain itu, Perairan Sabang yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia juga tidak kalah menarik dan unik. Misalnya, Pulau Weh, Klah, Rubiah, Seulako, dan Rondo merupakan salah satu gugusan pulau terdepan di Indonesia yang terletak di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. (ROL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 5 =