Home Lingkungan Indonesia berhasil upayakan pengakuan konsep Negara Kepulauan

Indonesia berhasil upayakan pengakuan konsep Negara Kepulauan

575
0
SHARE

​KORANFAKTA.NET, SENDAI, JEPANG – Delegasi Indonesia berhasil mengupayakan pengakuan konsep Negara Kepulauan dalam kerangka pengurangan resiko bencana Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Pengakuan konsep “negara rawan bencana dengan karakteristik tertentu, seperti negara-negara kepulauan, serta negara-negara dengan garis pantai yang luas” merupakan salah satu isu utama yang diperjuangkan Delegasi Indonesia di dalam dokumen akhir The Third UN World Conference on Disaster Risk Reduction (WCDRR) di Sendai, Jepang, pada 14-18 Maret 2015.

Negara kepulauan Indonesia /ilustrasi
Negara kepulauan Indonesia /ilustrasi

Masyarakat internasional mengakui karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kawasan pesisir pantai yang sangat panjang, terletak di antara beberapa lempengan bumi serta memiliki jumlah gunung api yang banyak, menjadikan Indonesia sebagai negara yang semakin rawan terhadap terjadinya berbagai macam bencana.

Masyarakat internasional juga memandang penting perlunya perhatian khusus dan bantuan yang tepat bagi negara-negara dengan karakteristik khusus tersebut dalam hal kapasitas penanggulangan bencana dan pemulihan pasca bencana.

Isu lain yang juga menjadi prioritas Delegasi Indonesia pada sidang WCDRR kali ini adalah penekanan terhadap pentingnya pengembangan kapasitas lokal dalam menghadapi bencana. Hal tersebut perlu dilakukan seluruh negara di dunia, mengingat penanganan bencana harus dilakukan secara sinergi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan baik di tingkat lokal, nasional, regional maupun global.

Selain itu, Indonesia juga turut mendukung pentingnya pengakuan serta pengembangan traditional knowledge di dalam kegiatan DRR, mengingat berbagai pengetahuan tradisional tersebut telah terbukti dapat mengurangi jumlah korban jiwa pada saat terjadinya bencana.

Berbagai hal yang menjadi prioritas Delegasi Indonesia tersebut telah tertuang di dalam Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030, yaitu kerangka aksi baru pengurangan risiko bencana yang akan menjadi panduan masyarakat internasional dalam kegiatan pengurangan risiko bencana hingga tahun 2030.

Sidang juga menghasilkan sebuah deklarasi politik yang diberi nama Sendai Declaration yang menegaskan komitmen masyarakat internasional untuk terus memjukan isu DRR. Kedua dokumen tersebut merupakan dokumen akhir yang disahkan pada saat penutupan WCDRR tanggal 18 Maret 2015.

WCDRR merupakan sidang terbesar di dalam kerangka PBB terkait dengan pembahasan isu DRR di tingkat global, dengan tujuan utama merumuskan Kerangka Aksi Pengurangan Risiko Bencana menggantikan Hyogo Framework for Action 2005-2015.

Delegasi Indonesia diketuai oleh Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla yang telah memberikan pernyataan nasional Delegasi RI pada pembukaan Sidang WCDRR tanggal 14 Maret 2015.

Anggota Delegasi RI antara lain Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta para pejabat tinggi lain dari berbagai instansi pemerintah lainnya. (kemlu/abu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 + seven =