Dibalik Jeruji, Menanti Uluran Tangan

KORANFAKTA.NET, GRESIK – Sosok Siti Khomsah (44), warga Dusun Sawahan Desa Gedangkulut, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kini masih menjadi buah bibir banyak kalangan. Tak terkecuali, dari komunitas pekerja media. Bahkan, apa yang dialami Khomsah ini, menggemparkan banyak kalangan.
Bagaimana tidak, hanya gara-gara hidup miskin. Tinggal di rumah reot dan tak layak huni berukuran 3×5 meter persegi. Berlantai tanah, dinding anyaman bambu, beratapkan daun, Khomsah harus mendekam di penjara.
Awalnya, Siti Khomsah ini, meminjam uang sebesar Rp 1 juta ke tetangga satu desanya. Uang sebesar itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, samvil menunggu ada orderan membersihkan sawah. Dari tetangganya pun, dia mendapat pinjaman dengan catatan dia harus mengembalikan pinjaman tersebut senilai Rp 1,5 juta selama tenggang waktu 10 minggu.
“Dari pinjaman Rp 1 juta itu, dia harus membayar Rp 150 ribu perminggu selama 10 minggu. Nah, tepat jatuh tempo, selama 10 minggu, dia baru bisa mengembalikan Rp 500 ribu. Dari itulah, Khomsah dilaporkan ke polisi hingga akhirnya dihadapkan ke meja hijau dan divonis penjara,” kata Muhammad, seorang jurnalis yang beberapa kali datang ke gubuk Khomsah.
Bagi Khomsah, menjalani hidup susah tentu bukanlah impian dalam hidupnya. Tapi, rupanya kenyataan pahit itu dia harus jalani berpuluh-puluh tahun. Kadang makan, kadang tidak. Meski demikian, dia tetap tak pernah putus asa. Usaha terus dilakoni, namun keberuntungan belum berpihak padanya.
Nah, melihat kehidupan yang dijalani Siti Khomsah bersama sang suami dan kedua anaknya, cukup memprihatinkan dan mengoyak hati sanubari, menggugah sekelompok jurnalis mencoba membuka posko peduli Siti Khomsah.
“Barang kali ada dermawan yang ikhlas mengulurkan tangannya ingin membantu meringankan beban hidup beliau (Siti Khomsah, red). Bisa memberikan donasinya ke posko peduli ini melalui rekening BRI nomor : 0306-01029168-50-4 a.n Tri Utami S,” terangnya, seraya menegaskan bahwa donasi para dermawan akan disalurkan 100 persen, dan semoga hal ini bisa menjadi amal jariah yang tak pernah putus. (MUH/RED)