Home Hukum Aksi premanisme berkedok debt collector masih hantui warga

Aksi premanisme berkedok debt collector masih hantui warga

368
0
SHARE

KORANFAKTA.NET, Surabaya — Aksi premanisme berkedok debt collector masih hantui warga, kali ini menimpa Mutijah (40 tahun), warga Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Senin (1/8/2016).

Mobil yang ditumpanginya, Toyota Avanza hitam, M 1798 HB, dicegat sekelompok orang dan menyita kendaraan dengan alasan mobil hilang.

Aksi premanisme berkedok debt collector masih menghanti warga/photo KOTA
Aksi premanisme berkedok debt collector masih menghanti warga/photo KOTA

Menurut Mutijah, perampasan terjadi saat mobil yang ditumpangi bersama anak laki-lakinya usia 6 tahun, Kholifah, seorang guru SD, seorang nenek dan sopirnya, Nanang tengah melaju keluar parkir Bandara Juanda. Tiba-tiba mendekat mobil warna biru muda metalik, sengaja menghadang mobil yang ditumpangi Mutijah dan keluarganya.

Dari dalam mobil warna biru metalik itu lalu turun serempak empat orang  orang pria berwajah sangar, bergerak cepat mengepung mobil yang ditumpangi istri kepala desa ini.

Secepat itu satu orang dari kawanan ini merampas kunci mobil. Mereka dengan paksa menggantikan posisi Nanang dari tempat duduk sopir.

Tiga orang pria lainnya dengan cepat masuk mobil yang dikendarai Nanang. Bahkan seorang dari kawanan pria sangar ini sempat menodongkan senjata menyerupai pistol ke salah seorang penumpang agar diam tidak berteriak minta pertolongan.

Teguh, anak Mutijah, bocah laki-laki yang masih sekolah TK ini pun tak luput aksi kasar empat gerombolan perampas mobil ini. Seketika itu juga bocah ini alami demam tinggi.

Kepada Koranfakta.netNanang, sopir yang wajahnya tampak masih shock, menuturkan kejadian perampasan itu mengakibatkan seluruh penumpang kaget dan shock, selama perjalanan anak laki-laki Mutijah menangis terus menerus.

“Mobil digiring ke Jalan Kesatrian, di depan SPBU Kodam V Surabaya. Saat perampasan dilakukan, empat pria kasar berlagak seperti anggota polisi mengatakan, mobil ini disita karena dilaporkan hilang. Namun tak seorang pun dari mereka menunjukkan surat tugas atau surat perintah penyitaan,” tuturnya.

Sementara itu saat Koranfakta.net mendatangi perusahaan jasa debt collector itu, bukannya memberi klarifikasi, tapi mereka malah mengusir dengan paksa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + sixteen =