Polisi Sebut Kasus Anggota TNI AL Bakupukul Pemobil, Berlanjut

JAKARTA – Polisi menyebut proses kasus perkelahian anggota TNI dengan pengendara mobil masih berlanjut. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta juga mengamini hal itu.

“Kasus ini masih ditangani Polres Jakarta Timur,” kata Gig, Sabtu (14/10/2017).

“Perkembangan terakhir, betul kasusnya masih lanjut,” kata Gig.

Saat ditanya tentang upaya mediasi, Gig mengaku belum mengetahuinya. Dia menyebut agar hal itu dicek langsung ke pihak kepolisian.

“Silakan cek ke Polres Jakarta Timur,” ucap Gig.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana mengatakan kasus itu masih berlanjut prosesnya. Dia juga mengaku belum tahu apakah akan ada mediasi terkait kasus itu atau tidak.

“Masih akan kita periksa saksi-saksi yang di lapangan. Sampai saat ini baru satu orang yang melaporkan,” kata Sapta di kantornya.

“Belum tahu ada mediasi atau tidak ke depannya. Mediasi nanti tergantung pelapor. Selama ini pelapor belum menyampaikan apa-apa, jadi ya kita lakukan pemeriksaan terhadap pelapor,” imbuh Sapta.

Peristiwa ini diketahui dari sebuah video yang beredar melalui aplikasi pesan instan dan situs YouTube. Dalam video berdurasi 1 menit 3 detik itu, keduanya terlibat baku hantam di tengah jalan.

Mobil merah bernomor polisi B-1599-PVH yang dikendarai pria berkaus hitam berhenti di lajur kanan jalan, sementara anggota TNI AL masih duduk di sepeda motornya di sebelah kiri mobil.

Keduanya terlibat adu mulut yang berlangsung panas. Di tengah adu mulut, si pria mendorong prajurit TNI AL. Prajurit membalas dorongan itu dengan mendaratkan bogem mentah di pipi kiri si pria. Baku hantam pun terjadi. Warga yang menonton mencoba melerai, namun mereka tetap jual-beli pukulan.

Pengemudi mobil, Bimantoro, juga telah meminta maaf.

“Saya sudah melakukan tindakan yang kurang berkenan untuk institusi tersebut. Saya juga minta maaf dari lubuk hati saya yang paling dalam saya mau minta maaf untuk semua bagian yang merasa tersinggung dan Bapak Satrio sendiri untuk kerugian sendiri. Saya minta maaf dari lubuk hati saya yang paling dalam untuk semua institusi TNI dan terlibat untuk kasus ini,” kata Bimantoro di Polres Jakarta Timur. (RED/MUH)