Ratusan Pelajar Jember Disuluh Hukum

JEMBER – Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, menerapkan program JMS (Jaksa Masuk Sekolah). Program ini diklaim pihak Kejari Jember sebagai penyuluhan hukum di lingkungan pelajar, agar pelajar memahami konsekuensi jika melakukan pelanggaran hukum.

Kasi Intelijen Kejari Jember, yang didampingi Dani SH dan Gunawan SH Jaksa fungsional, mengenalkan hukum adalah aturan yang mengatur kehidupan yang mengikat harus dipatuhi. Selain juga mengenalkan jaksa.

Dihadapan siswa-siswi, diterangkan bahwa jaksa adalah lembaga yang diberi UU, sebagai penuntut umum dan sebagai eksekutor, serta memiliki kewenangan untuk menyelidiki setiap kasus, termasuk Korupsi.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember, Agus Kurniawan, SH, MH, dihadapan 120 Siswa-siswi SMA Negri 1 Jember, memulai penyuluhannya dari masalah narkoba, korupsi, hingga perlindungan anak.

“Diharapkan, dengan kegiatan ini para siswa mampu memahami hukum hingga memiliki kesadaran sejak dini untuk terlibat perkara hukum, sehingga mereka bisa terhindar penggunaan narkoba, kurupsi, hingga perlindungan anak yang lagi marak saat ini.” ujar Agus Rabu (25/10) pagi

Karna programnya jaksa masuk sekolah, maka yang menjadi tempat kegiatan program ini adalah sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Jember mulai dari SMA, SMP bahkan SD.

Agus menambahkan,  salah  satu target dari program Jaksa masuk sekolah ini adalah meminimalisir tindak pidana yang terjadi di kalangan remaja, terutama penggunaan obat keras berbahaya (Okerbaya) yang sudak marak di kalangan sekolah.

Azalia, seorang siswi sekolah tersebut, mengaku terinspirasi dengan kegiatan ini. Karena setelah mengikuti penyuluhan tersebut dia bisa mengerti konsekuensi hukum ketika melakukan pelanggaran. (Jbr)