WAFLE : Web Based Assessment For Learning Gunakan Aplikasi Go Formative untuk Tingkatkan Penguasaan Konsep Fisika Siswa

KORANFAKTA, MALANG – Tahun 2016 jumlah siswa SMA di Indonesia sebesar 8,6 juta dengan rincian 50,89 % siswa laki-laki dan 49,11 % siswa perempuan.

Mayoritas sekolah di Indonesia memiliki jumlah siswa rata-rata per kelas sebanyak 30-45 siswa. Hal itu menimbulkan berbagi problematika, salah satunya guru mengalami kesulitan dalam memberikan feedback one by one kepada siswa.

Jika problematika ini terus dibiarkan maka siswa tidak akan mendapatkan hak belajarnya secara penuh. Presentase penguasaan konsep siswa terutama pada mata pelajaran fisika akan rendah.

Kegiatan siswa /Photo Izzah Zahrona-UM Malang
Kegiatan siswa /Photo Izzah Zahrona-UM Malang

Bertolak dari problematika tersebut, tinjauan terhadap pengembangan proses belajar mengajar perlu ada inovasi terbaru. Pertanyaan dasarnya adalah “Seberapa besar penguasaan konsep fisika siswa jika tidak ada feedback one by one, efektifkah proses belajar mengajar dikelas untuk meningkatkan penguasaan konsep serta memenuhi hak belajar siswa?”

Penelitian dan pengembangan yang berlangsung secara singkat selama tiga bulan dari pertengahan bulan Maret sampai pertengahan Juli 2017 menggunakan metode rancangan eksperimen semu (quasi-experiment).

Desain penelitian yang digunakan dalam penilaian ini yaitu pretest-posttest control group design. Dengan jumlah responden sebanyak 66 siswa, yang mana dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas MIA 1 dan MIA 3. Pemilihan sampel menggunakan metode cluster random sampling (pemilihan secara acak). Kelas X MIA 3 sebagai kelas kontrol dengan pemberlakuan direct instruction dan kelas X MIA 1 sebagai kelas eksperimen dengan perlakuan penerapan assessment for learning dengan bantuan web menggunakan go formative.

Pokok bahasan yang diteliti adalah gerak harmonik sederhana. Instrumen yang digunakan meliputi materi, soal-soal tes dan evaluasi, serta link-link terkait pembelajaran, seperti gambar dan video, di-input ke dalam go formative. Penguasaan konsep fisika siswa diukur melalui instrumen tes berupa soal pilihan ganda beserta alasan sebanyak 20 soal dan dilakukan validasi oleh dua orang dosen.

Analisis penelitian dan pengembangan ini mengkaji setidaknya tiga aspek kunci berikut : pertama, penguasaan konsep fisika siswa, kedua, penerapan assessment for learning, ketiga, penggunaan waffle sebagai media pembantu penilaian dan pemberian feedback.

Analisa yang telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata pemahaman konsep fisika siswa yang menggunakan penerapan assessment for learning berbantuan web go formative pada materi gerak harmonik sederhana lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung.

Hal ini menyebabkan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara siswa yang menggunakan assessment for learning berbantuan web go formative dan siswa yang menggunakan pembelajaran langsung.

Assessment for learning berbantuan web go formative berpengaruh terhadap pemahaman konsep fisika siswa serta sangat membantu dan memperingkas waktu guru dalam melakukan penilaian dan pemberian feedback terhadap siswa.

Solusi yang inovatif bagi guru-guru di Indonesia untuk melakukan belajar mengajar yang efektif dan effiesien dan memenuhi hak belajar siswa secara utuh.

Dari hasil penelitian ini, setidaknya terdapat tiga rekomendasi pokok berikut ini:

Pertama, pentingnya pemberian feedback dan penilaian terhadap siswa dalam penguasaan konsep, keterbatasan waktu guru dalam mengajar dan melakukan pemberian feedback dan penilaian serta karakter-karakter siswa yang berbeda-beda membuat siswa sulit memahami dan menguasai konsep-konsep yang diajarkan. Itu berarti siswa yang tidak bisa bukan berarti siswa tersebut bodoh melainkan siswa itu mengalami kendala dalam menguasai dan memahami konsep-konsep yang diajarkan oleh guru. Untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa guru dapat menerapkan model pembelajaran asesmen formtif.

Kedua, guna menunjang pembelajaran dengan menerapkan asesmen formatif guru dapat menggunakan aplikasi WAFLE. Aplikasi tersebut berisi mengenai materi pelajaran, soal evaluasi dengan lima macam yaitu, essay singkat, pilihan ganda, pen¸ benar salah, dan gambar, serta link-link video pembelajaran.

Ketiga, WAFLE merupakan suatu aplikasi pengembangan teknologi yang mampu membantu guru dalam meringkas waktunya untuk memberikan penilaian dan feedback terhadap siswa. Aplikasi ini dapat diterapkan oleh guru-guru di Indonesia serta memperkenalkan aplikasi ini dan penerapannya melalui workshop sehingga guru dapat menggunakannya dengan tepat dan dilengkapi dengan manual book dan buku asesmen formatif.

Demikian uraian penelitian yang disampaikan oleh tim peneliti muda dari mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang yakni Izzah Zahrona, Himmatul Ulya A.S, Firza Labiba Audah, Atik Masrukah, Rifky Muzaki N. S. (*)

 

Editor : Agung Budiarto