Anggota SMSI Sepakat Perangi Berita Bohong

KORANFAKTA.NET, BANGKA BELITUNG – Para anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sepakat memerangi berita bohong atau hoax. Hal itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I/2017 di Soll Marina Hotel, Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (10/10/2017) kemarin. Dalam Rapimnas tersebut, selain memberantas berita Hoax, juga dimasukkan peran SMSI sebagai organisasi media digital terdepan di era revolusi industri keempat.

Dalam Rapimnas SMSI I, Selasa (10/10/2017) siang, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Ir Rudiantara menyampaikan sambutan melalui video singkat karena tidak dapat hadir langsung di tempat kegiatan. Dia berharap, Rapimnas SMSI ini menghasilkan rekomendasi dan rencana aksi nasional berbentuk program kerja, yang mana SMSI bersama pemerintah dapat bekerja bersama memberantas hoax, informasi tidak benar, berita negatif, yang mengadu domba masyarakat bangsa ini.

“Kominfo membuka tangan sama-sama bekerja untuk perangi hoax. Besar harapan saya dengan adanya SMSI, kita mendapatkan nilai tambah dengan memanfaatkan teknologi digital,” pesan Rudi yang disampaikan dalam Rapimnas.

Ketua Umum SMSI, Teguh Santosa menjelaskan, organisasi ini bukan beranggotakan individu wartawan, tetapi perusahaan media siber.

Visinya, media anggota SMSI menjadi perusahaan profesional yang menjadi tumpuan para pekerjanya, tempat karyawan mengharapkan penghidupan yang layak dan mampu bekerja secara profesional.

Untuk itu, SMSI bertekad membangun masyarakat digital, agar Indonesia bukan cuma jadi pengguna dan membicarakan tentang digitalisasi, tapi pencipta aplikasi sendiri. “Kita ciptakan big data sendiri. Pekerjaan besar menanti kita,” ujar Teguh. (MUH)