Kebohongan Dwi Haryanto Tamparan Indonesia

KORANFAKTA.NET, GRESIK – Nama Dwi Hartanto tengah ramai diperbincangkan publik. Mahasiswa Indonesia yang digadang-gadang menjadi The Next Habibie itu, ternyata telah melakukan sejumlah kebohongan atas klaim prestasinya.

Bagaimana kebohongan Dwi terungkap? Pembentukan sebuah tim investigasi menjadi permulaan.

Salah satu anggota tim investigasi terkait prestasi yang diklaim Dwi mengatakan, kejanggalan mulai terlihat sejak September 2017.
Saat itu situs Delft University of Technology (TU Delft), kampus tempat Dwi menimba ilmu, menyebut Dwi akan mempertahankan disertasi PhD.

Padahal selama ini Dwi mengaku sebagai Assistant Professor, baik di acara Mata Najwa maupun Visiting World Class Professor. Seharusnya dengan jabatan tersebut, dia sudah meraih gelar doktor.

“Tim investigasi dibentuk dari kesadaran alumni sendiri yang sudah lama curiga, tapi belum yakin sampai akhirnya kita lihat jadwal defense PhD dari Dwi Hartanto,” ujar sumber yang tak mau disebutkan namanya itu kepada awak media.

Selain kejanggalan soal sidang PhD, sumber yang sama juga mengatakan bahwa selama ini Dwi tak mau membagi publikasi karya-karyanya. Ia juga menyebut, padatnya perkuliahan di sana membuat para mahasiswa tak punya waktu untuk mencampuri sesamanya.

“Terkait mengapa baru ter-blow up sekarang, selain baru melihat kejanggalan di September ini, kami di TU Delft, jika bertanya tentang karya Dwi Hartanto (misalnya tanya jurnal dia), beliau selalu tidak mau share dengan alasannya top secret,” ujar informan tersebut.

Di luar tim alumni TU Delft yang melibatkan beberapa pihak seperti Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), pihak TU Delft juga membentuk tim investigasi Dwi Hartanto.

Pihak TU Delft sendiri punya tim yang sekarang masih memproses Dwi Hartanto. Kita gak tahu nanti bagaimana tindakan dari kampus,” ujar sumber tersebut. (NT/MUH)