Halal harus penuhi 11 kriteria Sistem Jaminan Halal

DENPASAR – Hari kedua Pelatihan Bali International Training on Halal Assurance System (HAS) yang berlangsung di Denpasar, Bali sejak Selasa, 24 Mei 2016 diisi pemaparan kriteria Sistem Jaminan Halal (SJH).

Peserta pelatihan diharapkan memahami kriteria HAS, antara lain meliputi kebijakan halal, tim manajemen halal, diklat, produk, hingga fasilitas produksi.

Halal MUI/ilustrasi
Halal MUI/ilustrasi

Dr. Ir. Muslich, M.Si., Kepala Bidang Standar dan Jaminan Mutu LPPOM MUI sebagai pemateri menegaskan, untuk mendapatkan sertifikat halal, pihak perusahaan harus memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh LPPOM MUI. “Persyaratan tersebut terangkum dalam sebelas kiriteria SJH yang harus dipatuhi,” tuturnya, di hadapan lebih dari 100 peserta pelatihan dari berbagai negara.

Sebelas kriteria tersebut, semuanya harus dipenuhi, dan tidak ada toleransi. Untuk kriteria fasilitas produksi, misalnya, seluruh nama (jika ada) dan alamat produksi harus didaftarkan.

Fasilitas produksi juga tidak boleh digunakan bergantian untuk hasil produk yang disertifikasi halal dan produk yang tidak disertifikasi, yang mengandung bahan dari babi atau turunannya.

Fasilitas dan peralatan yang pernah digunakan menghasilkan produk yang mengandung babi atau turunannya, jika akan digunakan untuk menghasilkan produk yang disertifikasi harus dicuci tujuh kali dengan air, salah satunya dengan tanah atau bahan yang yang mempunyai kemampuan menghilangkan rasa, bau dan warna.

Bali International Training on Halal Assurance System (HAS) merupakan program pelatihan halal berskala internasional, yang diikuti oleh 104 peserta dari berbagai negara antara lain : Indonesia, Jepang, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Thailand, India, Singapura, Philipina, Australia, China, Selandia Baru, Swiss, Belgia dan Argentina (*)

 

Editor : Agung Budiarto