Produk Yang Beredar Harus Bersertifikat Halal

JAKARTA | Semua pihak  agar lebih sensitif pada masalah kehalalan dan  semua produk yang beredar di Indonesia harus disertifikasi kehalalannya.

halal MUIHal itu diungkapkan Menteri Agama Suryadharma Ali  dalam rangka syukuran penerimaan Sertifikat Halal MUI kepada Restoran Solaria di Jakarta, Senin (3/12). “Dengan didapatnya sertifikat ini tentu merupakan amanah agar menjaga menu-menu yang disajikan tetap halal dan thayyib (berkualitas), sehingga akan menjadi percontohan restoran waralaba di Indonesia,” kata Menag.

Menurut menag, dengan menghadirkan restoran berkualitas, nyaman, dengan menu halal dan thayyib yang tepat dan terjangkau adalah bagian dari sumbangsih untuk membangun dan mensejahterakan negeri ini.

Menag juga mengungkapkan ada  empat target yang sedang dilakukan untuk mengkampanyekan peningkatan penggunaan produk halal. Pertama diharapkan, konsumen berhak tahu produk yang halal atau tidak. “Konsumen harus tahu informasi tentang halal,” ujarnya. Kedua, mendorong produsen untuk memproduk sesuatu yang halal.

Ketiga, mendorong konsumen supaya lebih selektif mempergunakan sesuatu yang dikonsumsi, baik makanan, minuman, kosmetik maupun barang yang digunakan seperti sabuk, tas dan sebagainya. Dan keempat mendorng DPR RI dengan Pemerintah untuk membahas dan mensahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Jaminan Produk Halal.

Kementerian Agama telah mengajukan RUU Jaminan Produk Halal. Rancangan tersebut saat ini tengah dibicarakan oleh pemerintah dan DPR. RUU ini sangat penting, karena konsumen punya hak untuk tahu status kehalalan dari produk yang digunakannya.

Produsen pun harus mengetahui dan menyosialisasikan kehalalan produk buatannya dan pemerintah harus berusaha memberikan perlindungan bagi warganya. (kemenag)

Editor: Agus Budiono