Home Middle East Warga Jalur Gaza masih mengalami krisis listrik

Warga Jalur Gaza masih mengalami krisis listrik

368
0
SHARE

JALUR GAZA — Kondisi kehidupan di Gaza masih sulit akibat krisis yang berkepanjangan, bertambah lagi krisis listrik yang berdampak pada aspek penting hajat hidup, seperti kesehatan, ketersediaan air dan lainnya yang belum ada solusi penyelesaian atas krisis tersebut.

krisis listrik gazaJadwal listrik enam jam per hari  bagi para wanita dan ibu-ibu ibarat pengumuman darurat sipil. Mereka dituntut menggunakan setiap detik waktunya agar bisa menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah yang membutuhkan air dan listrik. Namun ketika listrik menyala pada saat yang sama air terputus, hal ini membuat kecewa sejumlah besar warga yang belum tuntas menyelesaikan pekerjaan mereka.

Kondisi Darurat

Ummi Muhsin misalnya, ia menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah dalam satu waktu, seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, karena ketika listrik menyala kondisi rumahnya dalam keadaan darurat.  Belum lagi listrik yang terjadwal selama enam jam diputus beberapa kali.

Hal yang sama juga dirasakan Um Fadi, ia terpaksa bangun lebih awal agar bisa menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah sebelum listrik padam. Ia berharap krisis listrik di Gaza selama bertahun-tahun ini dapat diselesaikan secepatnya.

Sementara itu Tariq Labid, Direktur Hubungan Masyarakat PLN Gaza menjelaskan, ketidakseimbangan distribusi listrik karena pasokan listrik dari Mesir ke Gaza tidak teratur, ditambah pemutusan listrik Israel ke Palestina berkali-kali karena penggunaan yang berlebihan mengakibatkan krisis listrik di Gaza.

”Sejak sepuluh tahun, jaringan listrik Mesir ke Gaza terputus sejak pukul 07.00 pagi sampai pukul  17.00 sore dan energi yang dihasilkan sangat lemah. Jika terjadi sedikit kesalahan pada kabel listrik Mesir atau Israel, maka akan menganggu pasokan listrik kerumah warga,” ujarnya.

Labid meminta seluruh lembaga pemerintah bekerjasama menghemat listrik dengan berbagai cara.

“Masalah paling berat yang dihadapi PLN Gaza adalah tunggakan tagihan listrik, anggaran perusahaan tidak cukup membeli bahan pembangkit listrik yang dibutuhkan. Setidaknya ada sekitar 160 pelanggan yang tidak berkomitmen membayar tagihan listrik,” tambahnya.

“Peran PLN tidak lebih sebagai pemasok aliran listrik, dimana mereka hanya memiliki satu generator.” kata Labid.

Gaza setidaknya membutuhkan 400 megawatt listrik, namun yang dihasilkan sekarang hanya 212 megawatt. Israel memberi 120 mengawatt sedangkan Mesir 32 megawatt, ditambah satu-satunya generator di Gaza menghasilkan 60 megawatt.

Hampir dua juta rakyat Gaza menghadapi krisis listrik selama 10 tahun terakhir . PLN Gaza terpaksa mendistribusikan listrik ke sebagian wilayah bergiliran selama 12 jam, karena energi listrik yang tersedia tidak cukup menyuplai seluruh kebutuhan listrik masyarakat Gaza. (sp/abu)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six + 14 =