Operasi Bunder, Petugas Tak Tolerir Pelanggar Lalin

KORANFAKTA.NET, GRESIK – Operasi gabungan sadar keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang berlangsung Rabu ( 18/10) sejal pukul 08.00 Wib, berhasil menjaring ratusan pengendara yang melakukan pelanggaran.

Hal ini membuktikan bahwa, pengendara di daerah ini, belum sadar akan keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Bayangkan, hanya dalam satu hingga dua jam, ratusan kendaraan terjaring. Ada sepeda motor, pikup, mobil pribadi dan bus.

Karena itu patugas tak mentolerir bagi siapa saja yang terjaring dalam operasi jika tidak tertib dan melengkapi dokumen kendaraannya. Seperti STNK, pajak tertunggak alias mati, SIM, maupun buku kir bagi kendaraan truck, pikup dan sejenis.

Tindakan tegas aparat gabungan ini ditandai telah dilangsungkannya sidang di tempat bagi mereka yang melanggar. Karena itu, turut dalam operasi gabungan ini tak hanya dari Satlantas Polres Gresik, Dishub Provinsi Jawa Timur, Polisi Militer, dan Badan Pendapatan Jawa Timur melalui UPT Bapenda Jawa Timur Gresik. Namun, jajaran Pengadilan Negeri Gresik dam Kejaksaan Negeri Gresik, juga dihadirkan.

Kepala UPT Bapenda Jawa Timur Gresik Kusyantoni melalui Adpel Samsat Gresik Subandriyah mengatakan, operasi gabungan ini rutin dilaksanakan bertujuan selain menyadarkan masyarakat dalam berlalulintas di jalan, juga untuk memastikan apakah wajib pajak sudah menunaikan kewaiibannya melunasi PKB yang dimiliki.

“Operasi ini sasarannya kendaraan yang mati pajak, mati kir, termasuk yang tanpa STNK, SIM dan kelengkapan lainnya. Makanya, operasi ini ganungan. Ada Bapenda, Satlantas, Dishub dan sidang langsung di tempat,” jelas Subandriyah di lokasi Operasi Gabungan Terminal Bunder Gresik, Rabu (18/10) pagi.

Pantauan di lapangan, pelanggaran didominasi PKB menunggak, ijin trayek mati bagi bus dan angkutan barang, plat tidak sesuai.

“Yang paling banyak pelanggaram pajak PBK mati bagi sepeda motor,” timpal seorang petugas Dishub Jatim yang ikut dalam operasi tersebut. (TRY)