Ibu dan Anak Berpelukan Sebelum Meregang Nyawa

KORANFAKTA.NET, SURABAYA – Jalan Raya Babat Jerawat, Pakal Surabaya, mendadak macet. Semua pandangan warga dan pengguna jalan disana, tertuju pada seorang ibu dan anaknya tepat di depan Kampus UWP (Universitas Wijaya Putra) di jalan tersebut. Betapa tidak, anak perempuan yang masih kecil itu memeluk ibunya kendati keduanya telah meregang nyawa.

Tidak ada satupun warga dan pengguna jalan yang berani mengangkat jasad ibu dan anak ini. Mereka hanya bisa menutupi jasad keduanya dengan penutup seadanya. Sebab kepolisian dan petugas lain, sedang menuju lokasi kejadian. Sedangkan warga lain, sibuk mengamankan sebuah truk Hino bernopol DA 1690 AI berikut sopirnya.

“Awalnya kami mendengar suara brak. Sesaat kemudian, kami mendengar teriakan seorang perempuan. Tapi akhirnya suara itu lenyap. Kami akhirnya mencoba melihatnya. Tenyata ada dua orang ibu dan anaknya yang telungkup penuh darah,” kata Untung, warga sekitar.

Tewasnya ibu dan anak perempuannya itu sempat membuat warga sekitar dan pengguna jalan tak kuasa melihatnya. Sebab, kendati keduanya sudah meregang nyawa. Terlihat, tangan kiri sang anak merangkul tubuh ibunya. Keduanya meregang nyawa dalam posisi sama-sama telungkup. Sementara motor Yamaha Mio L 5312 YV yang dikendarainya tergeletak beberapa meter dari jasad keduanya.

Setelah polisi dan petugas lain datang, jasad ibu dan anak itu langsung dievakuasi ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo Surabaya. Sedangkan truk hino dan sopirnya diamankan ke Kantor Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya di Dukuh Pakis.

“Dari pemeriksaan dan hasil olah TKP, kedua korban (ibu dan anak) terjatuh dan meninggal dunia setelah tersenggol badan truk, saat truk hendak mendahului,” kata Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, AKP Bayu Halim, Rabu (11/10/2017).

Dari informasi diperoleh di lokasi, sopir truk itu bernama Yoyok Sudarman (70) asal Jalan Kyai Mugi 02 RT 4 RE 6, Kecamatan Mayangan, Probolinggo. Dia diketahui mengemudikan truknya sendirian. “Saat ini, sopir masih kami mintai keterangan lebih lanjut di kantor,” beber AKP Bayu.

Sedangkan ibu dan anak yang meregang nyawa itu diketahui bernama Wiwin Handayani (46) dan anak perempuannya bernama Asyifa Qisthi Olivia yang masih berumur 8 tahun. Keduanya sehari hari tinggal di rumahnya di Kendung Jaya XV/14 Surabaya. (MUH)