Muslim Rohingya Myanmar hidup memprihatinkan

KORANFAKTA.NET – Muslim Rohingya terus hidup di bawah kondisi memprihatinkan di Myanmar, puluhan ribu orang saat iniĀ  menghadapi kekurangan parah makanan, air dan perawatan medis di kamp-kamp pengungsian, Press TV melaporkan, Jumat, (8/8).

Pengungsi Muslim Rohingya mengalami malnutrisi di Maungdaw Arakan (Photo Reuters)
Pengungsi Muslim Rohingya mengalami malnutrisi di Maungdaw Arakan (Photo Reuters)

Sebagai bagian dari sejarah panjang diskriminasi terhadap masyarakat, pemerintah pusat di Naypyidaw telah membatasi akses organisasi bantuan internasional untuk membantu Muslim Rohingya yang semakin putus asa menapak hidup.

“Kami para pengungsi kehilangan segalanya. Mengapa pemerintah tidak melakukan apa-apa kepada kami? Mereka benar-benar membenci kita, ” kata seorang pria Muslim Rohingya yang tidak mau disebutkan namanya, di kamp pengungsi kepada Press TV.

Sebuah rumah sakit di dekat kamp-kamp pengungsi untuk Rohingya tidak memiliki peralatan medis yang tepat, dan tidak ada dokter atau perawat untuk menawarkan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami kehilangan semua impian kita. Kami kehilangan rumah kita, harapan kita. Jadi sekarang, kita tidak punya rumah, putus asa. Kami tidak punya masa depan, “kata seorang pemuda di sebuah sekolah, yang diyakini menjadi satu-satunya pelayanan lebih dari satu juta orang Rohingya.

Muslim Rohingya mencapai sekitar lima persen dari populasi Myanmar hampir 60 juta.

Pemerintah Myanmar telah berulang kali dikritik oleh kelompok hak asasi manusia manusia karena gagal melindungi komunitas Muslim Rohingya.

Menurut PBB, Rohingya adalah salah satu komunitas yang paling teraniaya di dunia.

Ratusan Muslim Rohingya telah tewas dan terluka dalam bulan meningkatnya kekerasan sektarian di negara itu. Ribuan orang lain terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Editor : Agung Budiarto