Arab Saudi Sambut Jamaah Haji dan Umrah Tanpa Bedakan Kebangsaan

KORANFAKTA.NET, JEDDAH — Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjadwalkan pertemuan dengan kepala delegasi haji lebih dari 80 negara, termasuk Iran, untuk membahas peraturan dan prosedur haji dan umrah.

Mohammed Saleh bin Taher Bentin, Menteri Haji dan Umrah  menggarisbawahi bahwa undangan telah dikirim ke delegasi haji Iran untuk menghadiri pertemuan itu.

Dia mengatakan, pertemuan diadakan sejalan dengan arahan Raja Salman untuk membahas prosedur kedatangan jamaah haji untuk tahun 2017, dari negara-negara Islam dan non-Muslim.

Jamaah haji berjalan menuju Padang Arafah menandai puncak ritual Haji/photo AN
Jamaah haji berjalan menuju Padang Arafah menandai puncak ritual Haji/photo AN

Pertemuan juga akan memberikan rincian pelaksanaan peraturan di kantor haji Negeri untuk memungkinkan para jemaah haji untuk melakukan ritual mereka dengan mudah dan aman, seperti keberhasilan haji tahun-tahun sebelumnya.

Mohammed Saleh bin Taher Bentin mengatakan, pemerintah Saudi menyambut semua jemaah haji dan umrah, dan para pengunjung, terlepas dari kebangsaan mereka atau afiliasi sektarian, termasuk peziarah Iran.
“Kerajaan tertarik untuk menerapkan langkah-langkah dan peraturan untuk memastikan musim haji sukses untuk semua,” katanya.

Pertemuan itu, menurut menteri, akan membahas pengaturan dan layanan untuk para jamaah haji, berkoordinasi dengan lembaga tawaf, transportasi umum, dan organisasi Adillah di Madinah.

Dia menambahkan bahwa strategi pelayanan didasarkan pada rencana dan koordinasi dengan semua pihak terkait dan perwakilan dari urusan haji.

Mohammed Saleh bin Taher Bentin mengatakan, pihaknya sedang bekerja keras untuk mengamankan lingkungan yang aman yang memungkinkan jamaah haji dapat berdibaah dengan mudah dan aman.

Menteri juga berdoa kepada Allah agar menerima upaya para jamaah haji dan umrah dan sejak berangkat hingga kembali ke daerah asal mereka, seperti dilansir Arabnews. ( abu/lat)