Home On Islam Berpuasa itu menahan diri dari yang halal, apalagi yang haram

Berpuasa itu menahan diri dari yang halal, apalagi yang haram

639
0
SHARE

JAKARTA – Berpuasa itu menahan diri dari yang halal, apalagi dengan yang haram, hal ini diungkapkan Dr.H. Anwar Abbas, MM., M.Ag.,Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI saat memberikan taushiyah khusus guna menyambut dan bulan suci dengan pesan “Marhaban Ramadhan”.

Anwar Abbas mengatakan, diantara problematika yang dihadapi bangsa saat ini adalah masalah akhlak. Bentuknya berupa maraknya kasus korupsi, pelecehan bahkan pelanggaran seksual,  serta berbagai tindak kriminal yang terasa kian meresahkan.

Dr.H. Anwar Abbas, MM., M.Ag., Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI
Dr.H. Anwar Abbas, MM., M.Ag., Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI

“Puasa mengajarkan, mendidik serta melatih kita untuk menjadi orang yang berakhlakul-karimah,” tuturnya.

Dalam prakteknya, berpuasa itu merupakan ibadah sirriyah, bersifat rahasia, yang hanya diketahui oleh diri si pelaku sendiri, dan Allah semata, ujar dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini.,

“Berpuasa itu menahan diri dari makan dan minum yang halal, pada siang hari. Maka tentu harus lebih bisa lagi menahan diri dari yang makruh apalagi yang diharamkan dalam agama,” ujarnya lagi.

Kalau merasa tidak kuat menahan lapar dan dahaga, tentu peluang untuk makan dan minum di rumah sendiri sangat terbuka luas, tanpa diketahui orang lain. Tapi dengan niat yang ikhlas karena Allah semata, kita menjaga nilai-nilai agama ini dengan sepenuh hati.

“Sebagai aplikasinya, peluang korupsi, manipulasi dan melakukan berbagai pelanggaran lainnya, mungkin sangat terbuka. Namun dengan menginternalisasikan nilai-nilai ibadah puasa, semua itu ditinggalkan dan tidak dilakukan.” tuturnya.

“Kita meyakini, apapun yang diperbuat, niscaya tidak akan bisa lepas dari pengawasan Allah yang Maha Melihat dan Mengetahui. Oleh karenanya, kita harus selalu menjaga akhlak dan perilaku kita, dengan mengikuti dan menaati arahan serta tuntunan Agama-Nya.” pesannya, mengakhiri taushiyahnya, seperti dikutip situs halalmui.  (abu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − eleven =