Amirul Haj: Semoga Semua Jamaah Haji Indonesia Mabrur

Amirul Haj, sekaligus Menteri Agama Dr. H Suryadharma Ali, memohon do’a kepada seluruh umat Islam di Indonesia, agar Jamaah Haji Indonesia menjadi Haji mabrur.

“Sekembali ke tanah air, para jamaah haji kita dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi seluruh umat, menuju Indonesia yang lebih baik, adil dan sejahtera” harap Amirul Haj saat konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (5/10), sesaat sebelum meninggalkan tanah air menuju tanah suci di Saudi Arabia.

Dikutip kemenag.go.id, Amirul Haj menjelaskan, sampai Sabtu pagi (5/10), Jamaah Haji Indonesia yang sudah tiba di tanah suci mencapai 131.940 jamaah yang terdiri atas 323 kloter, atau sebesar 84 % dari total jamaah reguler yang berjumlah 157.070 jamaah.

“sampai hari ini, jamaah kita yang wafat mencapai 34 orang, yang dirawat inap di BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia) 158 jamaah dan yang dirawat di Rumah sakit Arab Saudi berjumlah 48 pasien,” lanjut Amirul Haj

 Terkait dengan pengurangan kuota jamaah haji Indonesia sebesar 20 %, Amirul Haj menjelaskan bahwa Kementerian Agama berhasil melakukan renegosiasi kontrak dengan para pemilik pemondokan. “Tim Kementerian Agama RI berhasil melakukan renegosiasi kontrak dengan para pemilik pemondokan dan hotel, sehingga potensi kerugian sebesar Rp 540 M dapat dihindari,” imbuh Amirul Haj

Tahalul/Photo MCH
Tahalul/Photo MCH

Disinggung tentang virus corona yang sedang mewabah di Arab Saudi, Amirul berpesan, agar para jamaah haji Indonesia menjaga kesehatan.

“Virus Corona belum ada vaksin-nya, jangan percaya kepada siapa pun yang menawarkan vaksin virus corona. Dan Alhamdulillah, sampai hari ini, belum ada jamaah haji kita yang terserang virus ini. Saya selalu berpesan, agar jamaah haji kita menjaga kesehatan dan kebugarannya.” Tambah amirul haj

Suryadharma Ali Bertindak sebagai Amirul Haj, didampingi KH Ma’ruf Amin sebagai Naib Amirul Haj dengan sekretaris HM Suparta dan anggota terdiri atas, KH M Soebadar, KH Masdar Farif Mas’udi, H Syafiq Mughni, KH M Amin Noer, Ali Ghufron Mukti, Ananda Danardono, M Yusnar Yusuf Rangkuti, Ary Ginanjar, Moh Izzi Mukhsin dan Musyfiq Amrullah.

Editor: Agung Budiarto