Narkotika Musuh Bersama

Popularitas dan finansial menjadi tolak ukur kesuksesan. Namun di balik semua itu, sejumlah ‘ancaman’ juga siap menjemput. Paling banyak, mati muda karena narkoba.
Stres dan depresi memang masalah yang sangat mendasar bagi setiap manusia modern. Tidak hanya artis, manusia biasa pun banyak yang mengalaminya. Narkotika pun menjadi satu-satunya jalan yang dipilih untuk melepaskan diri dari stres dan depresi ini.

Disadari atau tidak, memang inilah gambaran masyarakat modern.
Narkotika menjadi gaya hidup. Keduanya saling berkaitan. Tidak sedikit yang menganggap pemakaian narkoba adalah prestise. Apalagi, harganya memang selangit.

Seperti yang dilakukan Afriyani Susanti yang telah menewaskan sembilan orang. Disinyalir, sebelum kecelakaan, Afriyani larut dalam pesta narkoba, mulai sabu, ganja, hingga ekstasi. Diawali dari cobacoba, akhirnya membuat perasaan senang dan menjadi kecanduan.

Narkotika adalah musuh kita bersama yang harus terus diperangi.
Bayangkan saja, Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis pada 2011, dana yang dibutuhkan dalam merehabilitasi 3,8 juta pecandu narkoba di Indonesia adalah Rp 30 triliun. Sebuah angka yang fantastis bagi bangsa ini.

Pemakaian narkotika memang tidak lagi melanda kota-kota besar, tetapi juga telah melanda segenap masyarakat tanpa pandang bulu, melampaui batasan umur, jenis kelamin, suku bangsa, status keluarga, stasus sosial, dan gaya hidup. Narkoba telah menyebar dan menggerogoti masyarakat.

Kita harus sepakat untuk ‘berkata tidak pada narkoba’. Saatnya, kita kibarkan bendera perang terhadap peredaran narkotika. Ini harus dimulai dengan menutup peluang hidup dan berkembangnya barangbarang setan ini di semua lini: produksi, distribusi, dan pemakai.

Penegak hukum juga harus terus mengejar, membongkar, dan memutus jaringan penjualan dan pengedaran narkoba dari hulu hingga hilir Hukuman berat harus dijatuhkan kepada mereka yang terbukti sebagai pembuat dan pengedar. Dan, alangkah lebih baik bila hukuman lebih berat lagi bagi penegak hukum yang terlibat narkoba, baik sebagai pemakai maupun pengedar.
Sumber : Republika