Ulama Diminta Paham Ekonomi

Sayangnya, sedikit sekali ulama yang memahami betul mengenai industri syariah. Hal ini mengakibatkan ulama sulit menyampaikan kepada masyarakat terkait pentingnya industri tersebut.

“Peran ulama dalam sosialisasi asuransi syariah sangat besar,“ kata Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI) Agustianto di Jakarta, akhir pekan lalu, seperti dikutip Republika.

Ia menegaskan, ulama merupakan salah satu ujung tombak perkembangan asuransi syariah di Indonesia.

Seperti yang disampaikan Rasulullah SAW dalam hadisnya, kata Agus, yaitu ada dua kelompok penting dalam masyarakat yang jika kelompok ini baik maka masyarakatnya akan menjadi baik pula. Mereka adalah pemerintah dan ulama.

Baik industri maupun regulator, dinilai Agus kurang memberi porsi untuk sosialisasi industri syariah kepada ulama. Padahal, kesempatan penyampaian ke masyarakat cukup besar. Untuk itu, perlu adanya pemberdayaan ulama di bidang ekonomi syariah agar pemahaman para ulama terhadap sektor ini betul-betul baik.

Agus mengatakan, hal ini sudah dilakukan beberapa waktu lalu di Medan. Pihaknya memberikan workshop kepada para ulama terkait pentingnya dan seperti apa bentuk ekonomi syariah ini. Hasilnya cukup menggembirakan. Para ulama terbuka wawasannya dalam memberikan ceramah pada masyarakat.

“Jadi, ulama kini tidak hanya memberikan wawasan ibadah, tapi juga hal lain yang masih berhubungan dengan ibadah,“ tutur Agus.

Workshop selalu dilakukan institusi-institusi terkait. Misalnya, Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) bekerja sa ma dengan Bank Indonesia untuk memberikan pelatihan dan wawasan pada ulama soal ekonomi syariah. Diharapkan, workshop ini bisa terus dilakukan secara rutin agar ekonomi syariah sampai ke hati masyarakat dan menjadi sistem ekonomi yang digunakan pada masa depan.

Sosialisasi selalu dilakukan ulama di berbagai waktu dan kesempatan.
KH Didin Hafidhuddin, misalnya, selalu sempat memberikan pengetahuan soal industri syariah, baik perbankan maupun asuransi syariah pada sela khotbahnya. “Saya selalu mengajak masyarakat untuk menaruh perhatian kepada industri syariah,“ ujar Didin.

Para ulama selalu berupaya untuk memaparkan mengenai keuntungan menggunakan metode syariah di industri, baik perbankan maupun asuransi. Sosialisasi ini harus sejalan dengan produk-produk yang dapat diterima seluruh lapisan masyarakat.

Produk syariah diharapkan jangan hanya dapat digunakan untuk masyarakat di kalangan atas, tetapi masyarakat dominan di Indonesia. Sosialisasi ini juga tidak hanya dilakukan sendiri oleh ulama, kata Didin, tetapi juga harus didukung oleh pelaku industri sendiri serta pemerintah. [abu]