Pendaftaran kekayaan intelektual kini bisa Online

KORANFAKTA.NET, Surabaya — Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI terus mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan kemudahan pendaftaran kekayaan intelektual cukup melalui online atau internet.

Ahmad M. Ramli, Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Ham, saat memberikan materi di workshop bagi wartawan di  Surabaya, Kamis(15/9) mengatakan, pendaftaran kekayaan intelektual online ini dapat memudahkan masyarakat  mendaftarkan hak cipta atau merek dagang mereka.

Ilustrasi kekayaan intelektual
Ilustrasi kekayaan intelektual

Masyarakat yang jauh dari ibu kota tidak susah dan tidak kalah cepat dengan orang yang dekat ke kantor, dan pendaftaran lewat online juga menghidari pungutan liar (pungli), “ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad M. Ramli  mengatakan pendaftaran kekayaan intelektual secara online ini merupakan persiapan pemerintah menghadapi masyarakat ekonomi asean (MEA), terutama hak merek dagang untuk produk UMKM di Indonesia.

Kami berharap kepada masyarakat atau UMKM dapat memanfaatkan segera pendaftaran kekayaan Intelektual secara online tersebut,”ujarnya.

Ia juga menambahkan, dengan pendaftaran secara online masyarakat juga bisa langsung melakukan print dokumen atau blanko dari pendaftaran secara online.

“Cara tersebut bisa meningkatkan efisiensi dan lebih dapat memberikan kepastian hukum,” ujarnya.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Budi Sulaksana mengatakan, terobosan ini bertujuan memberikan perlindungan Kekayaan Intelektual (KI), yaitu mendorong penghasil KI baikpencipta, pendesain, dan investor untuk dapat terus berkarya.

Kedua yaitu, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berkarya dan berbisnis dengan persaingan yang sehat, Ketiga yaitu mengembangkan usahalisensi, dan franchise.

Keempat sebagai aset usaha, dapat dialihkan haknya (dijual haknya kepada pihak lain), Kelima melindungi usaha Return Of Investment (ROI).

“Di Jatim sendiri Kemenkumham telah mengeluarkan surat hak intelektual atau hak merek kepada 9.930 UMKM, dan tahun ini pihaknya juga akan menyiapkan 1.000 surat pendaftaran untuk kekayaan intelektual kepada UMKM,” ujarnya. (kom/abu)