Sagu Papua Bisa Menopang Beras Nasional

“Kalau ada satu juta ton beras sintetis dari Papua ini tidak saja bisa menopang kekurangan beras tetapi juga memperbaiki logistik kita,” kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saat menjadi pembicara utama dalam System Expo 2012 IPB, di Bogor, Kamis.

Saat ini pihaknya sedang menantang mahasiswa dan universitas untuk menciptakan teknologi yang dapat menjadikan tepung sagu mirip seperti beras, sebut Dahlan.

Beras sintetis ini tidak hanya menyerupai tapi dari segi rasa, bentuk dan aromanya harus mirip dengan beras.

Dahlan melanjutkan, saat ini sedang dilakukan pembangunan pabrik sagu terbesar di Papua. Mengingat Papua merupakan gudang sagu hanya saja belum memiliki pabrik pengolahannya.

“Tahun ini kita bangun pabriknya, mudah-mudahan tahun depan sudah mulai menghasilkan. Untuk bisa menopang ketersediaan beras tadi, sagu akan diubah bidangnya tidak dalam bentuk tepung tapi dalam bentuk butiran-butiran beras, anggap saja beras sintetis yang bahan bakunya sagu,” katanya.

Dahlan menyebutkan, jika bisa diproduksi satu juta ton beras sintetis dari pabrik sagu yang dibangun di Sorong Selatan. Maka kapal-kapal yang melakukan pengiriman bahan pangan dari wilayah Jawa ke Timur Indonesia tidak akan kosong lagi.

Karena selama ini, mekanisme yang terjadi, kapal-kapal pengiriman dari Jawa mengirimkan barang-barang kebutuhan ke wilayah Timur Indonesia dalam keadaan penuh muatan.

Namun, setelah kembali dari kawasan Timur, kapal-kapal ini kosong karena tidak ada barang yang bisa dibawa. Sehingga kapal yang berangkat kosong ini harus dibayar. Biaya pembayaran ini diambil dari barang yang dikirim, inilah yang membuat harga barang di kawasan Timur Indonesia menjadi lebih mahal akibat ongkos kirim.

“Jika ini berjalan, maka kapal-kapal yang dari Timur akan penuh terisi dengan beras-beras sagu. Dan ini akan menjadikan logistik nasional menjadi lebih efisien,” katanya. (ant/abu)