Sosok Siti Khomsah Korban Rentenir Pasca Bebas Dari Penjara

KORANFAKTA.NET, GRESIK – Tawa renyah Siti Khomsah (44) bersama suami dan anaknya pecah saat sekelompok jurnalis, menyambangi kediamannya di Dusun Sawahan Desa Gedangkulut, Kecamatan Cerme, Gresik, Jumat (27/10) pagi.

Siti Khomsah, yang baru saja bebas dari penjara pasca menjalani tahanan gara-gara kemiskinannya itu, sedang bersama suaminya berjualan es tebu. Beberapa warga sekitar juga sedang tampak menikmati es tebu ala Siti Khomsah ini.

Ya, sejak nenek asal Dusun Sawahan ini, ditangkap Polsek Cerme hingga dihadapkan di meja hijau gara-gara kemiskinannya, para dermawan pun terus berdatangan ke rumahnya yang reot dan jauh dari layak huni itu. Para dermawan ini, datang memberikan semangat sekaligus membantu mengeluarkan dari kemiskinan yang menjeratnya.

Siti Khomsah masuk penjara, karena meminjam uang sebesar Rp 1 juta ke tetangganya yang belakangan diduga rentenir. Khomsah tak bisa mengembalikan pinjaman dengan 50 persen, membuatnya harus berhadapam dengan hukum.

Bagi keluarga Khomsah, mendekam beberapa bulan di penjara, adalah berkah yang patut disyukuri. Pasalnya, dibalik itu, ternyata banyak warga yang simpati padanya hingga berdatangan memberikan bantuan.

Salah satu yang datang memberikan bantuan menurut Siti Khomsah, ialah Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat Gresik.

“Dari Nurul Hayat, kami dibantu alat jual es tebu,” ujar Khomsah, Jumat (27/10).

Sejak alat press es tebu ini dia terima beberapa hari lalu, Khomsah dan suaminya, kini punya aktifitas tetap dengan berjualan es tebu. Namun, dia belum bisa merinci berapa perhari keuntungan bisa diraih.

Bantuan lain yang didapat dari dermawan, berupa renovasi rumah. Dimana, sekian puluh tahun hingga menuai momongan cucu, Khomsah tinggal di rumah reot tak layak huni. Berdinding anyaman bambu, lantai tanah dan atap daun.

Sedangkan sang suami, hanya seorang buruh tani yang mengandalkan upah ala kadarnya. Itupun, tidak menentu.

Kepala Cabang Nurul Hayat Gresik, Sahab mengemukakan bahwa pihaknya memberikan bantuan alat press es tebu kepada Khomsah untuk membantu keluar dari keterpurukan ekonomi. Sehingga dengan berjualan es tebu, Khomsah bisa memiliki kehidupan lebih baik. (TRI/RED)