Diano Vella Verry Camat Sukorejo yang Berprestasi

Laporan Wartawan Koranfakta.net Purwo Hadi

KORANFAKTA.NET, PASURUAN — Diano Vella Verry yang menjabat Kepala Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan memperoleh penghargaan atas prestasinya di bidang sinergitas kinerja tingkat Jawa Timur.

Sejumlah 662 Camat telah mengikuti lomba Camat Berprestasi se Jawa Timur. Dari salah satu Camat di Kabupaten Pasuruan terpilih menjadi Juara III Diano Vella Verry, sang penggagas Batik Matoa dan yang menjadikan Kecamatan Sukorejo dinobatkan sebagai City of Matoa.

Diano mengatakan, berterima kasih kepada Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang telah mempercayai sebagai Camat di Sukorejo.

” Terima kasih kepada Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang telah percaya dan memberi kebebasan kepada seluruh Camat Kabupaten Pasuruan berinovasi menata wilayahnya sehingga setiap kecamatan semakin maju.” katanya, Rabu. (04/01/2017).

Diano Vella Verry Camatm Sukorejo, Pasuruan/pur
Diano Vella Verry Camatm Sukorejo, Pasuruan/pur

Diano menambahkan, sangat berterima kasih kepada semua elemen masyarakat, mulai dari Muspika bersaudara, perusahaan, kader, ibu-ibu PKK, juga seluruh staf kecamatan dan lainnya, yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu yang telah mendukung kepemimpinannya.

Untuk rangking tiga besar, Diano harus melewati beberapa tahapan, yaitu membuat makalah tentang kinerja, regulasi implementasi, dan inovasi memajukan dan membina masing-masing Kecamatan yang dipimpinnya.

Dari seluruh pemakalah yang sudah terkumpul menjadi satu, Diano lah yang terpilih bersama dengan 18 camat lainnya, kemudian peserta diperkecil hingga sisa 10 orang Camat, kemudian setiap Camat harus mempertanggung jawabkan  makalahnya di depan para panelis, dewan juri dan 8 indikator orang-orang penting, diantara 8 orang penting tersebut adalah bidang pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, perencanaan, perekonomian, dan penegakan hukum.

“Antara kordinasi pemerintah, inovasi dan pelayanan publik sampai dengan pemberdayaan masyarakat harus balance dan berkesinambungan” papar Diano.

Diano mengakui ada beberapa masalah yang menjadi perhatian pada dewan juri yang harus segera diperbaiki yakni pelayanan kecamatan berbasis Online yang masih dalam perencanaan, lay out kantor yang representatif dan pembangunan gedung kantor kecamatan, serta indikator kesehatan, di mana masih dijumpai kasus kematian ibu dan bayi atau balita di Kabupaten Pasuruan.

“Pak Bupati juga terus berjuang menjadikan Kabupaten Pasuruan nol AKI dan AKB (angka kematian ibu dan bayi),” terangnya.

Diano menambahkan, ke depannya ia ingin Kecamatan Sukorejo bisa jadi ikon kecamatan di Kabupaten Pasuruan, melalui pariwisata, baik alam atau buatan dan UKM.

“Sekarang ini di Sukorejo punya Kebun Wisata Kurma, kemudian kita galakkan tanam pohon Matoa di wilayah Sukorejo, kita juga punya Batik Matoa, Sari Matoa  dan untuk ke depan kita ingin pematang sawah areal pertanian, juga bisa jadi obyek wisata,” tuturnya optimiss.

“Semua potensi dan bakat terus kita gali dan kembangkan, juga berusaha dan tidak putus asa suatu saat pasti akan berhasil,”pungkasnya.(pur/abu)