Selayar, Surga Barang Antik di Sulsel (1)

KEPULAUAN SELAYAR, KORANFAKTA.NET — Daerah berjuluk Bumi Tanadoang di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan merupakan saksi bisu perjalanan sejarah masa lalu di saat Kabupaten Selayar  menjadi kawasan perdagangan antar negara di belahan Nusantara, Bahkan, Selayar sempat tercatat sebagai pelabuhan persinggahan para pedagang dari negeri Tiongkok.

Bukan sesuatu  hal yang berlebihan, jika  di daerah ini terdapat beragam koleksi barang antik asal negeri Tiongkok dan benda-benda peninggalan cagar budaya dari sejumlah daerah lain di Indonesia.

Guci Muh. AliSalah satu barang antik yang paling mudah untuk ditemukan di Kabupaten Kepulauan Selayar adalah guci dengan beragam corak dan ukuran. Beberapa diantaranya, bahkan banyak dijadikan sebagai bahan pajangan di pinggiran jalan rumah penduduk di pusat ibukota kabupaten.

Sejumlah warga masyarakat di daerah ini sengaja menjadikan guci-guci peninggalan sebagai pot ataupun vas bunga pinggir jalan. Selain karena terbilang langka, pot bunga jenis guci juga mudah untuk ditata dan diselipkan diantara pot-pot bunga modern pada umumnya dengan tidak mengurangi nilai historis guci dimaksud.

Pot bunga jenis guci peninggalan masa lalu, tersebar di beberapa rumah kediaman milik warga Kota Benteng, seperti  yang dapat dijumpai di rumah kediaman, H. Patta Surung di bilangan Jl. KH. Haiyung dan rumah Muh. Yusuf Djongke, di jalur Jl. Kenari.

Pemandangan serupa dapat dijumpai pula di jalan poros Jenderal Sudirman, tepatnya kira-kira seratus meter sebelah selatan tugu patung jeruk.

Kanvas bunga dan guci peninggalan lainnya dapat ditemui di rumah kediaman Muh. Ali yang terletak di Jl. Kenari Benteng Selayar. Selain kanvas bunga dan guci, di rumah tersebut terdapat sejumlah koleksi barang antik lainnya yang diyakini sebagai barang peninggalan zaman kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar sejumlah wilayah di Kabupaten Selayar.

Dirumah ini, pengunjung dapat melihat salah satu koleksi barang antik peninggalan zaman kerajaan sejenis lampu minyak berlapis kuningan dengan bentuknya yang menyerupai lampu Aladin. Berbeda dengan lampu minyak peninggalan milik warga masyarakat berkuturunan ningrat lainnya di Kabupaten Kepulauan Selayar, koleksi lampu yang satu ini masih dilengkapi dengan stand kaki aslinya.

Lokasi benda antik lainnya ada juga di ujung selatan kota Benteng, tepatnya dilingkungan Bonehalang, Kelurahan Benteng Selatan, Di tempat ini terdapat koleksi televisi zaman dahulu yang sampai sekarang masih disimpan rapi oleh pemiliknya.

Dengan melihat dan menyadari keragaman koleksi barang antik di daerah ini, maka bukan sebuah hal yang berlebihan, jika Kabupaten Kepulauan Selayar diberi gelar sebagai kota benda cagar budaya dan gudang barang antik di belahan nusantara Provinsi Sulawesi-Selatan. (fadly syarif)