Tak Semudah Membalik Telapak Tangan Band Penjara Tetap Terpenjara

Laporan Kontributor Koranfakta.net Rio Mukin

KORANFAKTA.NET, Jakarta —  Album lagu-lagu The Salemba Band seperti, album Yakinilah, album Presiden, album Reggea, album Religi, dan lainnya sudah tidak asing lagi bagi para penikmat sajian musik, karena sering diperdengarkan lewat radio-radio di seluruh tanah air.

Namun tahukah kita, The Salemba Band yang lahir  21 Mei 2011 lalu di dalam rumah tahanan (rutan) Salemba Jakarta, sekarang ini para personilnya sudah menghirup udara kebebasan?

33Iya, The Salemba Band saat ini sedang mengikat kontrak dan bermain di salah satu cafe seatbox di daerah Prapanca Jakarta Selatan. Mereka manggung setiap Jumat malam Sabtu mulai  jam 19.30 wib hingga pukul 23.00 WIB.

Tak semudah membalik telapak tangan mengawali perjalanan karir yang penuh dengan nuansa duka ketimbang suka. Bagaimana tidak? Dari awal pembentukan sampai saat ini jalan berliku terus dilalui dan tantangan semakin akrab dengan iconnya band penjara ini, tutur Sutedi, SH., pembina Salemba Band.

“Band penjara ini seharusnya menjadi kebanggaan di lingkungan Kementerian Hukum dan Ham, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, karena melalui eksisnya The Salemba Band membuktikan berhasilnya konsep pemasyarakatan, yaitu warga binaan bisa beradaptasi dengan lingkungan masyarakat dan tidak mengulangi lagi perbuatannya setelah di luar penjara,” ungkapnya.

“Dan kami akan tetap terpenjara bila di dalam perjalanan serta karya kami tidak ada dukungan atau sponsor untuk menunjang perjalanan kami,” harap Sutedi, pembina yang tulus ini.

images-3The Salemba Band yang seluruh personilnya pernah menikmati  bilik penjara sering kali tampil di layar kaca, antara lain acara Bukan Empat Mata dan Hitam Putih serta pemberitaan berbagai mass media. Bisa tampil di acara selebritas ini membuktikan bahwa musik dan lagu The Salemba Band berkualitas.

“Sebelum bisa eksis seperti sekarang, perjuangan The Salemba Band cukup melelahkan dan ke depan menjadi tantangan agar tetap konsisten sesuai dengan motto kami yaitu membina, menghibur dan berprestasi.” tambah Sutedi.

Menyongsong  perjalanan karir yang semakin menantang, sebuah buku tentang The Salemba Band akan segera diterbitkan, berjudul “The Salemba Band True Story” bersamaan dengan launching lagu terbaru The Salemba Band yang berjudul Memilih luka dan Bhineka Tunggal Ika – ciptaan Sutedi. SH

Mengakhiri wawancara dengan Koranfakta.net, Sutedi mengajak masyarakat berlibur bersama keluarga menyaksikan tampilan The Salemba Band sebagai icon band penjara. Jadwal manggungnya setiap Jumat malam Sabtu, di salah satu cafe daerah Prapanca Jakarta Selatan.

Karyamu jangan pernah terpenjara The Salemba Band. (*)