Home Keluarga Masyarakat Jangan Terpancing Nikah Siri Online

Masyarakat Jangan Terpancing Nikah Siri Online

541
0
SHARE

KORANFAKTA.NET, JAKARTA – Masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan iklan nikah siri online yang membuat ribet dan lebih banyak mudharatnya.

Hal ini diungkapkan Machasin, Dirjen Bimas  Islam di Jakarta, Rabu (18/3) menanggapi maraknya nikah siri online dengan penghulu jarak jauh yang sekaligus menjadi wali mempelai perempuan.

“Masyarakat jangan mudah terpancing dengan iklan nikah siri online,” katanya

Cincin pernikahan /ilustrasi
Cincin pernikahan /ilustrasi

Machasin mengatakan, pasangan yang melakukan nikah siri tidak akan tercatat dalam catatan keadministrasian negara. “Padahal dengan nikah tercatat itu murah, pasti dan ada jaminan,” ujarnya.

Menurutnya, nikah siri disebabkan karena posisi budaya dan ekonomi pihak perempuan yang lemah, sehingga dimanfaatkan oleh kepentingan laki-laki yang memiliki kekuasaan. Nikah siri juga bisa disebabkan ingin menyembunyikan perkawinan.

Nikah siri online memiliki dua hal yang perlu dicermati Pertama, apakah yang online itu iklannya melalui media online dan pelaksanaannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kedua, apakah keduanya, iklan maupun pelaksanaannya dilekukan secara online, ungkapnya

Machasin menambahkan, jika pelaksanaan nikahnya dilakukan secara online, misalnya melalui telepon, video, atau media yang lain, memang ada sebagian ulama yang membolehkan. Tentu harus ada kejelasan bahwa yang menikahkan dan yang dinikahkan betul-betul hadir dalam majelis online tersebut, dan kejelasan syarat-syarat.

Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam juga mengatakan nikah harus memenuhi syarat sesuai dengan hukum nikah yang sah. “Nikah siri online kalau hanya sebagai prostitusi terselubung maka haram,” tandasnya.

Menurut Niam, nikah siri online belum dibahas MUI. “Kami akan membahasnya bisa saja cukup pada rapat pleno Komisi Fatwa, namun bisa juga nanti pada pelaksanaan Ijtima Ulama yang akan digelar bulan Juli 2015,” katanya.

Niam juga mengatakan, yang berhak mencatat peristiwa pernikahan hanya petugas resmi dalam hal ini Petugas Pencatat Pernikahan. “Yang menggaku-aku itu penipu, negara bisa melakukan penegakkan hukum,” ujarnya.

 

Editor: Agus Budiono

Sumber: kemenag

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × two =