Bandara Kamanap Serui Papua Belum Berfungsi

SERUI, PROVINSI PAPUA | Bandara udara (bandara) Kamanap Serui, di Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Propinsi Papua  masih mengalami hambatan. Beberapa pihak pesimis bandara itu bisa didarati pesawat, pasalnya masih ada beberapa pekerjaan yang belum rampung.

Bukit ini akan dikepras untuk memudahkan pendaratan pesawat. (Foto UP4B)
Bukit ini akan dikepras untuk memudahkan pendaratan pesawat. (Foto UP4B)

Penyelesaian runway (landasan) yang belum seluruhnya rampung sesuai target. Panjang landasan baru dikerjakan sepanjang 925 meter yang seharusnya 1.200 meter. Bukit yang masih menghalangi ujung landasan belum juga terbuka. Target operasionalisasi tahun 2014 masih dipertanyakan. Akankah bandara itu bisa berfungsi tahun 2014 ini?

Landasan Bandara Kamanap hingga menjelang akhir Januari 2014, sudah terbangun sepanjang 925 meter dari target 1200 meter. (Foto UP4B)
Landasan Bandara Kamanap hingga menjelang akhir Januari 2014, sudah terbangun sepanjang 925 meter dari target 1200 meter. (Foto UP4B)

Mengutip Media Center UP4B,  Kamis (23/1) lalu, akses jalan dari Kota Serui menuju ke bandara masih belum layak  dilewati. Jalur jalan sepanjang lk 37 kilometer yang menghubungkan ke bandara di beberapa tempat masih berlobang dan sempit, banyak tingkungan tajam yang belum dilengkapi rambu-rambu peringatan.

Beberapa ruas mulai  Kampung Merdey, Kampung Armarea hingga Kampung Sarwandori terdapat jalan yang menanjak dan menikung kebawah, dan berlubang  sehingga akan berdampak pada arus transportasi dari dan ke bandara, ungkap salah satu warga Serui Kelly Karubaba kepada Media Center UP4B.

Menurut Kelly pemerintah daerah diminta melebarkan jalan ini, karena badan jalan saat ini sangat sempit untuk simpangan kendaraan. Jika dua dua mobil yang melaju bersimpangan dari arah berlawanan salah satu harus berhenti memberikan kesempatan jalur lain, tambah Kelly.

Kondisi ini tentu akan sangat berdampak pada kelancaran akses menuju bandara. “Bisa jadi penumpang bukan masuk pesawat hendak berangkat tetapi masuk rumah sakit akibat lakalantas karena jalan yang rusak”, gurau Kelly.

Keinginan masyarakat cukup tinggi agar bandara ini bisa segera dibuka, agar masyarakat bisa langsung ke Jayapura dan kota lain.

Menurut informasi, bandara ini nantinya bisa mengakses rute penerbangan Serui – Jayapura, Serui – Biak, Serui – Manokwari. Jalur ini akan memudahkan akses langsung ke Jakarta.

Diharapkan berkembangnya rute itu akan berdampak meningkatnya kunjungan wisata. Wisatawan dan juga masyarakat luar untuk menikmati keindahan Pulau Yapen yang menyimpan keindahan panorama pantai. Selain sektor pariwisata bidang lainnyapun akan bertumbuh secara tidak langsung, tegas Kelly.

Sementara itu salah satu teknisi bandara Triono Sugeng kepada  Tim UP4B mengatakan, sesuai target memang 2014 ini akan ada uji coba pendaratan pesawat jenis Twin Otter dan pihaknya sudah menyurati ke Kementerian Perhubungan di Jakarta, namun hingga kini belum ada tanggapan.

Untuk dapat menyelesaikan bandara ini, diharapkan akan ada dana melalui Dipa Kemenhub sebesar Rp 20 milyar untuk tahap lanjutan. “Diupayakan tahun 2015 sudah bisa beroperasi” tegasnya. (*)

Sumber : UP4B

Editor: Agung Budiarto